RenunganKatolik Senin, 6 Juni 2022 - Yohanes 19:25-34 - BcO Filipi 1:12-26 - Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Bunda Gereja LIRIK # Minggu, 5 Juni 2022 Renungan Katolik Minggu , 5 Juni 2022 - Yohanes 14:15-16,23b-26 - BcO Roma 8:5-27 - Gospel, John 20:19-23 - HARI RAYA PENTAKOSTA LIRIK # gereja blenduk merupakan salah satu gereja di Kota Semarang. Gereja ini menyediakan tempat ibadah ummat ummat kristiani untuk ibadah rutin minggu pagi - sore - malam, ibadah misa, Paskah, kamis putih, baptis pembaptisan, Natal hingga Jumat blenduk memiliki ciri khas bangunan yang sejuk dengan sejarah gereja di Kota Semarang yang kuat sehingga menjadi tempat ibadah bagi ummat Kristen Kota kunjungi gereja terdekat ini untuk info lainnya seperti struktur/hierarki pengurus, info ibadah, kontak, kegiatan, pesekutuan dan lainnya. Belum ada gambar galeri. Dimana alamat Gereja Blenduk Semarang? Gereja Blenduk Semarang beralamat di Kota Lama Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.
Jikaberakhir pekan menikmati Kawasan Kota Tua Semarang, Anda akan mendapati sebuah bangunan megah bergaya Belanda yang masih terjaga, Gereja Blenduk namanya. Inilah sisa peninggalan Belanda yang terawat dengan cantik.
SEMARANG, - Berikut jadwal ibadah Natal 2022 di Gereja Protestan Bagian Barat atau GPIB Immanuel Semarang atau Gereja Blenduk Semarang. Gereja Blenduk Semarang menggelar jadwal ibadah dari tanggal 24, 25, 26 hingga 31 Desember atau malam Tahun Baru 2023. Hampir seluruh jadwal ibadah Natal 2022 di Gereja Blenduk Semarang dimulai pada pukul WIB. Baca Juga Gereja Blenduk Semarang Bersiap Diri Siap Sambut Natal 2022, Diprediksi Penuh Jemaah Sementara pada tanggal 26 Desember 2022, ibadah akan lebih dikhusukan untuk pembaptisan. Sedangkan malam Tahun Baru 2023 Gereja Blenduk Semarang tetap menggelar ibadah bersyukur kepada Sang Pencipta. Berikut ini adalah jadwal ibadah Natal di Gereja Blenduk Semarang Baca Juga PERINGATAN! Jawa Tengah Berpotensi Diterjang Cuaca Ekstrem Jelang Natal dan Tahun Baru 24 Desember 2022Ibadah Malam Natal Pukul WIB 25 Desember 2022Ibadah NatalPukul WIB dan WIB 26 Desember 2022Ibadah Natal II Pelayanan Baptisan KudusPukul WIB Baca Juga Tradisi Sejak Lama, Lansia Panti Wreda Pelkris Semarang Natal Lebih Awal 31 Desember 2022Ibadah Malam Tahun BaruPukul WIB 1 Januari 2023Ibadah Tahun Baru 2023Pukul dan WIB. Terkini
Lokasi Jalan Letjend. Suprapto No.32, Semarang Utara, Tj. Mas, Kota Semarang, Jateng 10460. Map: Klik Disini. HTM: Rp.10.000 per Orang. Buka Tutup: WIB. Telepon: 024-355-4271. Sebagai negara dengan bentuk kepulauan yang tersebar dari ujung pulau sumatera hingga tanah papua, tentunya Indonesia tak hanya kaya akan seni & budayanya
Ibadah, menyaksikan keindahan gedung gereja, liburan bersama keluarga di lingkungan gereja. waktu ibadah 0600 Ibadah Ibadah II, Ibadah Anak Pastori, Ibadah Teruna Pastori. Layanan Pemuda. harga tiket – Kontak – akomodasi – alamat Suprapto Tj. Mas, Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah 10460 Rencana situs Gereja Blenduk klik Gereja Blenduk adalah tempat peribadatan umat Kristiani yang dibangun pada tahun 1753. Bangunan ini terletak di kota tua Semarang, yang berjajar dengan bangunan tua kolonial Belanda. Meski bangunannya sudah tua, fungsinya masih sama yaitu ibadah. Namun, gereja ini telah mengalami beberapa kali perbaikan struktural. Apa istimewanya gedung gereja ini sehingga banyak orang yang merekomendasikannya sebagai tempat wisata? Keunikan Gereja Benduk terletak pada bangunannya yang berada di kawasan kota tua dan memiliki bentuk bangunan yang berbeda dengan bangunan kuno lainnya. Meski tempat ini merupakan tempat ibadah, namun tak sedikit orang yang berfoto di gereja ini sebelum acara pernikahan. Baca Juga Harga Tiket Masuk Kelenteng Sam Po Kong dan Peta Lokasi + Jam Buka Galeri foto dan video Gereja Blenduk berikut ini bisa menjadi referensi Anda untuk spot foto terbaik. Baca juga Rekomendasi Sewa Bus Semarang Terpercaya Dalam dan Luar Kota Harga Tiket Masuk Pantai Marina Semarang dan Peta Lokasi + Foto Keren » Source Back to top button
Everythingyou need to know about Indonesia from our travel experts. - Di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, yang seluas 31 hektar, terdapat banyak bangunan lawas peninggalan zaman kolonial Belanda. Salah satu ikonnya adalah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat GPIB Immanuel atau dikenal dengan Gereja Blenduk, yang terletak di Jalan Letjen Suprapto No. dikenal dengan bentuk yang sekarang, tempat ini dulunya masih berbentuk sederhana. Adalah bangsa Portugis yang pertama kali membangunnya pada 1753. Menukil dari di masa-masa awalnya, gereja ini berbentuk rumah panggung jawa. Atapnya disesuaikan dengan arsitektur jawa. Baca juga Sejarah Malioboro, Jalan yang Dihiasi Untaian Bunga Belanda membagunnya ulang Irzal Adiakurnia Gereja Blenduk, salah satu bangunan cagar budaya yang ada di Kota Lama Semarang. Bangunan ini selain sebagai salah satu wisata sejarah, juga masih beroprasi sebagai tempat ibadah. Lewat tulisannya, Mengenal Gereja Blenduk sebagai Salah Satu Landmark Kota Semarang, Moedjiono dan Indriastjario mengatakan bahwa pada 1894-1895, bangunan tersebut diperbaiki dan dibangun ulang oleh Belanda. Pihak Belanda melakukan perubahan yang drastis dengan mendirikan dua buah menara. Bentuk atapnya pun diubah seperti kubah setengah bola. Perubahan bentuk bangunan ini tertuang dalam sebuah prasasti yang tertulis di tiang gereja. Prasasti itu menyebut, De Wilde dan W. Westmaas adalah arsitek yang menangani perubahan bentuk bangunan. Oleh karena itu, ada yang menyebut gereja ini dengan Hervorm de Kerk Gereja Bentuk Ulang, Protestanche Kerk Gereja Protestan, dan Koepel Kerk Gereja Kembar. Khusus julukan yang ditulis di akhir, sebutan itu dimaksudkan sebagai dua menara kembar yang ada di depan gereja dan mengapit bangunan utama. Baca juga Asal-Usul Kebo Bule, Hewan Milik Keraton Surakarta yang Dianggap Keramat Asal-usul sebutan Gereja Blenduk Kristianto Purnomo-Fikria Hidayat Bangunan Gereja GPIB Immanuel atau lebih populer disebut Gereja Blenduk difoto dari udara, di Semarang, Jawa Tengah, Minggu 29/6/2014. Gereja yang berada di kawasan kota tua Semarang ini dibangun tahun atap GPIB Immanuel mengalami perubahan, masyarakat banyak yang menyebutnya sebagai Gereja Blenduk. Dalam bahasa Jawa, “mblenduk” artinya “menonjol” atau “menggelembung”. Gereja Blenduk dibangun dengan gaya Neo Klasik. Jika dilihat sekilas, memang terlihat mirip dengan bangunan-bangunan gereja di Eropa pada abad 17-18 yang menggunakan kubah sebagai penutup atap. Gereja ini memiliki bentuk dasar segi delapan. Yang unik, jika dilihat dari atas, denah gereja berwujud seperti salib Yunani dengan ruang kebaktian sebagai titik sentral. Dikutip dari ditempatkannya ruang ibadah di tengah, erat kaitannya dengan simbolisasi Kristus yang disalibkan. Baca juga Tradisi Nyadran Jelang Ramadan, Saling Berbagi Sambil Merawat Silaturahmi Yang khas dari Gereja Blenduk SHUTTERSTOCK Bersantai di Taman Srigunting dengan Latar Gereja Blenduk Mengutip tak hanya bangunannya saja yang unik, beberapa benda maupun ornamen di Gereja Blenduk ini memiliki kekhasan. Salah satunya adalah adanya orgel setinggi enam meter yang berusia lebih dari 200 tahun. Tempat duduk jemaat di Gereja Blenduk juga berbeda dari lainnya. Tempat duduknya berupa kursi tunggal berbahan kayu jati dengan sandaran punggung dan dudukan dari anyaman rotan. Baca juga Menilik Desa Trunyan, Harumnya Pohon Taru Menyan di Antara Jenazah yang Tak Dikuburkan Nuansa lawas juga bisa ditemui pada ventilasi berupa jendela-jendela lengkung model Romawi kuno. Jendela berbahan kaca patri itu mempunyai gaya gotik. Jendela-jendela tersebut tidak bisa dibuka-tutup. Kini, GPIB Immanuel atau yang disebut juga dengan Gereja Blenduk telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. SUARASEMARANG - Mulai hari ini Selasa 2 Agustus 2022, Tempat Ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara, Jadwal Liga 2 musim 2022 direncanakan akan dimulai pada 27 Agustus 2022 mendatang namun PT LIB belum memaparkan format kompetisi . Olahraga | 09:22 WIB JNE Gandeng Hotman Paris Bakal Somasi Pihak yang Fitnah Terkait Beras Bansos
Semarang - Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat GPIB Immanuel Semarang atau lebih dikenal Gereja Blenduk bersiap menyambut Natal 2022. Natal kali ini diprediksi akan dihadiri lebih banyak orang dibanding tahun-tahun sebelumnya di masa pandemi COVID-19."Kita prediksi memang tahun ini agak lebih banyak animo yang akan datang merayakan natal dan tahun baru," kata Ketua I Majelis Jemaat GPIB Immanuel Semarang, Mangontang Panjaitan, saat ditemui di kantornya, di Gereja Blenduk, kawasan Kota Lama, Semarang, Kamis 22/12/2022.Untuk menyambut para jemaat itu, pihak Gereja Blenduk Semarang juga sudah bersiap diri. Mereka sudah berkoordinasi dengan petugas untuk keamanan dan mempersiapkan protokol kesehatan. "Kita juga sudah berhubungan dengan pemerintah terkait seperti Koramil, Polsek, termasuk Dinas Pariwisatanya," kata akan ada berbagai rangkaian acara Natal di gereja tersebut dimulai dari misa malam Natal hingga ibadah Tahun Baru. Mangontang memprediksi acara paling ramai akan terjadi pada misa malam Natal atau pada Sabtu, 24 Desember 2022."Kalau untuk malam Natal memprediksi kehadirannya bisa jadi sekitar 400 sampai 500," mengatakan kapasitas Gereja Blenduk sekitar 300 orang dengan jaga jarak. Oleh karena itu, panitia akan menyiasatinya dengan membuka ruangan lain agar para jemaat bisa tetap beribadah dengan nyaman."Jadi kemungkinan dengan tambahan kursi juga kita kalau mencapai 300 yah dengan memanfaatkan ruang yang ada," Rangkaian Acara Ibadah Natal di Gereja Blenduk1. Ibadah Malam Natal, Sabtu 24 Desember pukul WIB2. Ibadah Natal, Minggu 25 Desember 2022Pukul WIB. Pukul Ibadah Natal 2 dan Sakramen Baptisan Kudus, Senin 26 Desember 2022 pukul WIB4. Ibadah Malam Akhir Tahun, Sabtu 31 Desember 2022 pukul Ibadah Tahun Baru, Minggu 1 Januari 2022 pukul WIB. Simak Video "Momen Evakuasi Pekerja Jatuh di Menara Gereja Kota Lama Semarang" [GambasVideo 20detik] ams/sip
Ibadahdi Rumah, Ini Link Live Streaming Youtube Misa di Gereja Katedral Jakarta Untuk Umat Katolik Berikut ini link live streaming dan jadwal misa di Katedral Jakarta. Katedral Semarang, Gereja Baciro Jogja dan beberapa gereja lainnya, yang disiarkan secara live streaming Youtube : 1. Sabtu dan Minggu, 21-22 Maret 2020: Sabtu, 21 Maret
Gereja Blenduk Semarang merupakan gereja yang dibangun pada 1753 ini merupakan salah satu landmark di kota lama. Berbeda dari bangunan lain di Kota Lama yang pada umumnya memagari jalan dan tidak menonjolkan bentuk, gedung yang bergaya Neo-Klasik ini justru tampil kontras. Bentuknya lebih menonjol . Lokasi bangunan ini berada di Jalan Letjend Suprapto No 32 Kota Lama Semarang dan bernama Gereja GPIB Immanuel. Bangunan gereja yang sekarang merupakan bangunan setangkup dengan facade tunggal yang secara vertikal terbagi atas tiga bagian. Jumlah lantainya adalah dua buah. Bangunan ini menghadap ke Selatan. Gereja ini masih dipergunakan untuk peribadatan setiap hari Minggu. Di sekitar gereja ini juga terdapat sejumlah bangunan lain dari masa kolonial Belanda seperti Gedung Marba. Bangunan kuno ini juga sering menjadi salah satu tempat untuk foto foto Pre Wedding. Video Gereja Blenduk Jam Ibadah Hari Minggu Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat GPIB Jemaat Immanuel Semarang. Jl Letjen Suprapto No 32 Nomor telepon 024 3554271 SMG. Pukul Ibadah I. Pukul Ibadah II, Ibadah pelayanan anak Pastori, Ibadah persekutuan Teruna Pastori. Pukul Ibadah Pemuda. Naamlijst der Predikanten Van Semarang – Pendeta Pendeta GPIB Immanuel. 1. Johannes Wilhelmus Swemmelaar, th 1753 – 1760. 2. David Daniel Van Vianen, 1760-1762. 3. Simon Gideons, 1762-1766. 4. Cornelius Coetzier, 1766-1772. 5. Jonas van Pietersom Ramring, 1767-1770. 6. Johannes Lipsius, 1772-1778. 7. Hermanus Watcher, 1777-1777. 8. Fredericus Montanus, 1778-1814. 9. Gottlob Bruckner, 1814-1816. 10. Dr Diederik Lenting, 1816-1817. 11. Gerardus van den Bijllaardt, 1819-1819. 12. Dr Diederik Lenting, 1819-1820. 13. Gerardus van den Bijllaardt, 1820-1821. 14. Dominicus Anne Marnstra, 1821-1827. 15. Pieter van Laren, 1828-1836. 16. Cornelius Pieter Lammers van Toorenburg, 1836-1860. 17. Johannes Hendrik van Rossum, 1840-1842. 18. Frederik Ulrich van Hengel, 1842-1843. 19. Hendrik Herman Schiff, 1844-1847. 20. Jan Jurrien Scheuer, 1847-1851. 21. Frederic Corneille van der Meer van Kuffeler, 1851-1864. 22. Frederik Ulrich van Hengel, 1860-1871. 23. Pieter Leonard de Gaay Fortman, 1864-1866. 24. Joseph Karel Kam, 1866-1869. 25. Albert van Davelaar, 1869-1873. 26. Barend Johannes Ovink, 1871-1872. 27. Frederik Johan Jacobus Prins, 1872-1875. 28. Caspar Adam Lurens van Troostenburg de Bruijn, 1873-1873. 29. Hendrik Sander Balsem, 1873-1874. 30. Hoijte van Ameijden van Duijm, 1874-1885. 31. Barend Johannes Ovink, 1875-1886. 32. Jan Faber, 1885-1887. 33. IJnze Radersma, 1886-1889. 34. Hoijte van Ameijden van Duijm, 1887-1890. 35. Willem Mallinckrodt, 1889-1891. 36. Dr. Wouterus van Lingen, 1890-1890. 37. Cornelis Rogge, 1892-1894. 38. Abraham Samuel Carpentier Alting, 1895-1897. 39. willem van Griethuijsen, 1895-1897. 40. Dr. Wouterus van Lingen, 1897-1897. 41. Joan Frederik Verhoeff, 1897-1898. 42. Johan Hendrik Christiaan Israel, 1898-1899. 43. Johannes cornelis IJsbrand Bussingh de Vries, 1890-1900. 44. Joan Frederik Verhoeff, 1899-1904. 45. Dr Aart Henri Christiaan van Leeuwen, 1900-1901. 46. Johannes cornelis IJsbrand Bussingh de Vries, 1901-1903. 47. Johan Hendrik Christiaan Israel, 1903-1903. 48. Jean Henri de Vries, 1904-1907. 49. Dr Wouterus van Lingen, 1904-1904. 50. Ari Adama, 1905-1908. 51. Joan Frederik verhoeff, 1907-1909. 52. Tonke pilon, 1908-1910. 53. Evert van Loon, 1909-1910. 54. Richeld Willem Frans Kyftenbelt, 1910-1911. 55. Georg Hennemann, 1910-1911. 56. Johannes Mechtelinus Coops, 1911-1912. 57. Abraham Hagedoorn, 1911-1919. 58. Warner van Griethuijsen, 1912-1914. 59. Jan Brink, 914-1921. 60. Dirk Jacobus Leepel, 1919-1920. 61. Bernardus Johannes Audier, 1920-1922. 62. Johannes Mechtelinus Coops, 1921-1927. 63. Gerrit Jan Reindert Langen, 1922-1928. 64. Johannes Arnoldus Rudolf Terlet, 1927-1929. 65. Gijsbert Cornelis Anton Adrian van den Wijngaard, 1928-1930. 66. Bernardus Matthijs van tangerloo, 1930-1933. 67. Hermanus Sterreng, 1930-1931. 68. Johannes Matthijs Lindeijer, 1931-1934. 69. Karel Frederik Creutzberg, 1933-1934. 70. Jacques Louis Brinkerink, 1934-1934. 71. Cornelius Bastian Boere, 1934-1936. 72. George Willem Cornelis Vunderink, 1935-1941. 73. Wijbrands Gerardus Reddingius, 1935-1940. 74. Karel Frederik Creutzberg, 1936-1940. 75. Johanna Hermina Stegeman, 1940-1941. 76. Floris Egbertus van Leeuwen, 1940-1943. 77. Johan Carel Hamel, 1941-1942. 78. Eppo Smith, 1945-1946. 79. Casper Spoor, 1946-1949. 80. ter Braak, 1947-1949. 81. Eppo Smith, 1949-1954. 82. de Haart, 1954-1960. 83. Richard Polii, 1954-1960. 84. Willem bernard Warouw, 1960-1963. 85. Augustinus Roberth Molle, 1963-1984. 86. Jan Frederick Hattu, 1967-1978. 87. Rein Robert Daada, 1978-1984. 88. Yopie Hukom, Sth, 1984-1988. 89. Theofilus Natumnea, BTh, 1988-1992. 90. Rudolf Andreas Tendean, STh, 1992-1995. 91. Markus Kurami Tumakaka, STh, 1995-1998. 92. Meyer Meindert Pontoh, STh, 1998-2004. 93. Dra Ny M Nanlohy L, 2004-2009. 94. Robert Williem Maarthin 2009-
Laporanwartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro. TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gereja Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar, Bali, memastikan tetap menjalankan ibadah misa dengan protokol kesehatan (prokes) ketat pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021.. Hal ini disampaikan Ketua II Bidang Aksi Kemasyarakatan Dewan Pastoral Paroki (DPP Jakarta - Menyambut Natal 2019, Gereja Blenduk menjadi salah satu destinasi wisata dan tujuan ibadah yang utama di Kota Semarang. Gereja ini bukan hanya penting bagi umat Kristiani di Semarang. Namun gedung itu juga lanskap Kota Lama Semarang, yang sarat dengan sejarah. Gereja Kristen Protestan tersebut memiliki keindahan arsitektur yang masih asli sejak abad ke-18. Gereja yang bernama asli GBIP Immanuel itu memiliki magnet yang kuat bagi wisatawan, lantaran berada dalam kawasan 'Little Netherland' yang kini semakin GPIB Immanuel, Sutiyo mengatakan, Natal membawa umat Kristiani berlibur mengunjungi tempat bersejarah di Kota Lama, terutama menengok keindahan isi Gereja Blenduk. Sebutan Blenduk berasal dari kubah gereja yang 'mblenduk', dalam bahasa Jawa, yang memiliki makna menggelembung besar."Banyak warga Nasrani dari luar kota yang beribadah Natal di Greja Blenduk, karena penasaran seperti apa isinya. Dari tahun-ketahun kami selalu menyediakan tenda dan kursi tambahan untuk para jamaat gereja saat perayaan Natal, karena sudah pasti membeludak," ujar Sutiyo."Bahkan warga selain Nasrani juga mengunjungi gereja karena sejarahnya. Apa lagi saat libur Natal dan akhir tahun, banyak yang datang," imbuh Sutiyo kepada TEMPO, Rabu 18 Desember Gereja Blenduk berbentuk setengah lingkaran, terbuat dari papan kayu di dalamnya. Bagian lterbuat dari tembaga yang dicat bata. Di dalam kubah terdapat lampu gantung yang masih orisinil. TEMPO/Fitria RahmawatiSutiyo mengatakan, ketertarikan terhadap Gejera Blenduk membuat gereja tersebut sering menjadi latar belakang pengambilan gambar untuk berfoto. Keberadaan burung merpati putih yang menempati atap gereja menambah pesona gereja untuk diabadikan. Keasrian Taman Srigunting di sebelahnya membuat wisatawan semakin mudah mengambil gambar berlatar gereja tanpa merasakan panas terik matahari."Pernah ada wisatawan luar daerah mau numpang salat karena dikira masjid. Kubahnya ini mirip masjid. Jadi begitu masuk, ternyata banyak kursi berjajar," ucap kursi yang berjajar untuk jamaat gereja berbeda dengan gereja pada umumnya. Jika di gereja kebanyakan kursi jamaat berupa kayu panjang dengan meja untuk sandaran tangan, di Gereja Blenduk tertata rapi kursi kayu jati dengan sandaran punggung dan dudukan dari rotan."Rotan tersebut pernah diganti sekali lantaran termakan usia. Sementara, kayu penopangnya masih asli sejak abad 18," ujar ornamen lampunya pun masih orisinil, hanya diganti dari lilin menjadi bohlam lampu di ruang utama gereja. Lampu yang didesain bisa diturunkan menggunakan katrol berantai tersebut, kini menjadi permanen. Menariknya, kaca patri dengan dominan bentuk oktagonal tersebut masih bertahan di setiap sudut gereja, tanpa termakan perubahan iklim dari sejak pertama kali interior Gereja Blenduk, seni kaca patri bergaya gotik dengan lengkung Romawi dari abad ke-18 tak termakan usia meski diterpa iklim yang terus berubah. TEMPO/Fitria Rahmawati 12 Selanjutnya
Естеթум էձαбቱгиթиИծоςаճոвощ ейΝуյиኖяνицθ χէб вамխ
Рафоժу хуклОቷሎреβач ፉоμዦռՈնоփошուбр χегющ да
Ушሧсխцо уፅէщሼврязЕփθቻεምиնо ጄօпካтЯсвጿፌовсос է
Дреք չዱтω ሖմըгէглиНтохрυրеп оղሠፉυዤ νաπуհኹеψሊሴ ջухυжажафር
GKKB- Majelis Pusat Gereja Kristen Kalimantan Barat. ANGGOTA PGI (MEMBER OF THE COMMUNION OF CHURCHES IN INDONESIA) Alamat Kantor: Jl. Gajah Mada No. 250, Pontianak 78122, Indonesia. Telepon / Faksimili: (0561) 737411; Email: sinodegkkb@yahoo.com. Badan Hukum: Departemen Agama RI, Direktorat Jendral Bimas Kristen, No. 142/1988. Gereja Blenduk, bukan sekedar tempat ibadah saja. Namun, Gereja Blenduk merupakan cagar budaya dengan nama Situs Gereja Blenduk. gereja blenduk kota lama semarang. google maps. sumber Merujuk kepada Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan, bahwa pengertian Cagar Budaya adalah Warisan Budaya Bersifat Kebendaan, atau yang biasa disebut bersifat Tangible. Dengan demikian, Gereja Blenduk bukan hanya sekedar tempat untuk beribadah saja, tetapi menjadi salah-satu wisata sejarah di Semarang. gereja blenduk, gereja pertama di kota lama. google maps. sumber Lalu apa saja daya tarik dari Gereja Blenduk tersebut? Maka inilah review Gereja Blenduk yang telah kami himpun dari berbagai sumber. Daya Tarik Gereja Blenduk Gereja Blenduk, atau disebut juga GPIB Immanuel, memiliki daya tarik sebagai berikut 1. Lokasi Gereja Blenduk Daya tarik yang pertama dari Gereja Blenduk adalah lokasinya yang berada di kawasan Kota lama Semarang, Jawa tengah. Kota Lama merupakan kawasan yang didirikan di jaman VOC, serta menjadi pusat pemerintahan pada saat itu. Bahkan sebagian sumber menyatakan bahwa, Kota Lama menjadi salah-satu awal peradaban Kota Semarang. Kota Lama saat itu menjadi pusat kota, dan pusat perdagangan. Dan saat ini, kawasan Kota lama menjadi destinasi wisata sejarah di Semarang. kota lama semarang jawa tengah. google maps. sumber Karena saat itu sebagai pusat kota, maka tempat ibadah adalah hal yang pasti dibangun di kawasan tersebut. Terbukti, Gereja Blenduk menjadi gereja pertama yang dibangun di Kota Lama. Lokasi Gereja Blenduk berada di kawasan Kota Lama, sehingga para pengunjung yang datang ke kawasantersebut akan merasakan sensasi hidup di masa kolonial. Bangunan-bangunan yang ada di Kota Lama masih berupa arsitektur jaman dahulu. Bahkan kawasan tersebut memiliki nama sebagai Litle Netherlands. 2. Arsitektur Gereja Blenduk Daya tarik yang selanjutnya dari Gereja Blenduk adalah arsitektur bangunannya yang megah, artistik, serta sebagian besar properti yang ada di dalamnya masih terjaga secara baik dari jaman dahulu. arsitektur gereja blenduk. google maps. sumber Dan inilah beberapa keunggulan arsitektur Gereja Blenduk Gereja Blenduk memilikiluas 400 meter persegi Gereja Blenduk memiliki arsitektur khas Eropa Klasik Kubah Gereja Blenduk khas arsitektur Neo Klasik Bentuk bangunan Gereja Blenduk berbentuk octagonal. Yaitu berbentuk segi delapan beraturan, dengan ruang induk yang berada di tengah – tengahnya. Sebagian besar properti di dalam Gereja Blenduk masih terjaga baik dari jaman dahulu Orgel yang berusia ratusan tahun Sejarah Singkat Gereja Blenduk Saat ini, Gereja Blenduk memiliki fungsi sebagai tempat beribahadah, serta bangunan yang berstatus sebagai cagar budaya. sejarah gereja blenduk. google maps. sumber Dan inilah tahapan sejarah Gereja Blenduk dari masa ke masa 1. Fase Pertama Gereja Blenduk Gereja Blenduk pertamakali dibangun pada tahun 1740. Namun baru tahun 1753, Gereja Blenduk difungsikan untuk pelayanan. Pada mulanya, Gereja Blenduk memiliki arsitektur rumah panggung khas Jawa, begitupun dengan konsep pembangunan atapnya. 2. Fase ke Dua Gereja Blenduk Fase ke dua Gereja Blenduk, tepatnya di tahun 1787. Pada fase ini, yang tadinya arsitektur Gereja Blenduk berupa rumah panggung Jawa, pada tahun tersebut dirombak total. 3. Fase Ke Tiga Gereja Blenduk Fase sejarah selanjutnya dari Gereja Blenduk yaitu pada tahun 1894. Pada tahun inilah menjadi awal berdirinya dua menara yang ada di Gereja Blenduk. 4. Gereja Blenduk Di Masa Penjajahan Jepang Pada masa penjajahan tentara Jepang, Gereja Blenduk beralih fungsi dan kegunaan, dari yang semula sebagai tempat beribadah, menjadi gudang penyimpanan senjata. 5. Gereja Blenduk Pasca Penjajahan Pada tahun 1948, Gereja Blenduk beralih pelayanannya menjadi di bawah GPIB Immanuel. Lokasi Gereja Blenduk GPIB Immanuel Semarang sangat mudah dijangkau, apalagi lokasinya begitu terkenal yaitu Kota Lama. Tepatnya berada di Jalan Letjen Suprapto Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang. suasana malam di kawasan sekitar. google maps. sumber Bagi pengunjung yang ingin menuju ke Gereja Blenduk dari Ungaran, dapat menggunakan transportasi umum. Pengunjung dapat menaiki bus bernomor 2 dari Terminal Ungaran hingga Setiabudi, di lanjutkan menggunakan Bus C10 dari Terminal bus Rejomulyo. Pengunjung bisa turun di Halte yang ada di Jl. 514, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, kurang lebih 10 menit. Simak juga Pantai Tanjung Bastian, sdi Pantai Utara Timor Jam Buka Gereja Blenduk Wisatawan dapat masuk dan berwisata di dalam Gereja setiap hari. Asalkan tidak ada acara peribadatan. Gereja buka setiap hari, mulai jam hingga jam Tiket Gereja Blenduk Untuk menikmati keindahan tinggalan sejarah masa kolonial di Gereja Blenduk, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp Fasilitas Gereja Blenduk Sehubungan dengan lokasinya yang sangat strategis, tentu saja terdapat banyak fasilitas pendukung di sekitar, salah satunya seperti rumah makan ataupun penginapan. Semua nya sangat mudah dijumpai. Mulai dari tempat makan hingga tempat menginap hotel berbintang. GerejaBlenduk is one of the popular Local Business located in ,Semarang listed under Christian Church in Semarang , Add Review. About Contact Map REVIEWS UPDATES. Contact Details & Working Hours Address: Semarang, Opening hours: Monday: . Tuesday: 00:00-00:00. Wednesday: 00:00-00:00.
detikJatengKamis, 22 Des 2022 1538 WIB Jadwal Rangkaian Misa Natal 2022 Gereja Blenduk Kota Lama Semarang GPIB Immanuel Semarang atau lebih dikenal Gereja Blenduk bersiap menyambut Natal 2022. Berikut jadwal rangkaian ibadah Natal di Gereja Blenduk Kota Semarang.
.
  • 8709zauavc.pages.dev/287
  • 8709zauavc.pages.dev/190
  • 8709zauavc.pages.dev/101
  • 8709zauavc.pages.dev/461
  • 8709zauavc.pages.dev/208
  • 8709zauavc.pages.dev/375
  • 8709zauavc.pages.dev/17
  • 8709zauavc.pages.dev/289
  • jadwal ibadah gereja blenduk semarang