Jakarta - Istilah toleransi merujuk pada sikap saling menghargai satu sama lain. Sikap toleransi sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di Indonesia dengan ragam budaya dan merupakan konsep modern untuk menggambarkan sikap saling menghargai dan kerja sama antara kelompok masyarakat dengan beragam perbedaan. Maka dari itu, toleransi menjadi sikap yang sangat penting karena merupakan tindakan yang menghormati keragaman latar belakang, pandangan, dan digolongkan sebagai sifat positif untuk menjaga kerukunan dan sebagai satu upaya pencegahan konflik dalam bermasyarakat. Sikap toleransi harus diperkenalkan sejak buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan PPKn SMP/MTS Kelas 8 yang disusun oleh Sri Nurhayati, salah satu contoh toleransi tampak pada kongres pemuda I. Sebagaimana para pemuda menerima bahasa daerah dan menyampaikan pendapatnya dengan bahasa daerahnya masing contoh toleransi sendiri yang bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah1. Bergaul dengan semua orang tanpa membedakan kepercayaan masing masing. Meskipun kita berasal dari latar belakang budaya dan agama yang berbeda, kita harus mampu bekerjasama tanpa menjadikan hal tersebut sebagai satu Menghargai dan memberikan kesempatan kepada teman dengan agama yang berbeda untuk berdoa tanpa mengejek atau Memberikan rasa aman kepada umat agama lain yang sedang beribadah. Jika kita menghormati mereka, maka mereka juga akan menghormati Tidak menghina agama lain. Dalam toleransi, tidak ada kata saling mengejek ataupun menghina meskipun tahu bahwa agama kita Ketika perayaan hari besar keagamaan umat lain, kita harus menghargai dan Tidak mengejek budaya orang lain baik itu dari logat dan ciri khasnya, karena masing masing budaya mempunyai keistimewaan dan keunikan itu dia pengertian toleransi dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Setelah mengetahui itu semua, bisa dilihat betapa pentingnya toleransi. Simak Video "Kartini, Islam dan Hadiah Pernikahan Tafsir Al-Qur'an" [GambasVideo 20detik] lus/lus
Sebenarnya kita telah melakukan beberapa contoh perilaku yang sesuai dengan sila ke-2, namun jarang yang menyadarinya. Berikut ini adalah contoh perilaku sila ke-2 yang bisa dijadikan inspirasi, yaitu: Saling mencintai dan tidak membenci sesama manusia karena pada dasarnya setiap manusia memiliki kedudukan yang sama, apapun jabatan dan posisinya.
- Toleransi adalah sikap yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai persatuan, kesatuan, dan kerukunan dalam bermasyarakat. Dilansir dari Psychology Today, toleransi adalah sikap adil, objektif, dan menghargai orang lain yang berbeda pendapat, kebiasaan, sifat fisik, ras, budaya, dan agama. Manusia setiap individunya adalah berbeda, tidak ada orang yang sama persis di dunia ini. Toleransi mengajarkan kita untuk menerima perbedaan tersebut tanpa harus berselisih dan berperang. Berikut adalah contoh sikap toleransi dalam keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungan!Baca juga Cara Menerapkan Sikap Toleransi Sejak Dini 1. Sikap Toleransi dalam Keluarga Membantu pekerjaan rumah agar orang tua tidak kerepotan. Menghargai perbedaan dalam anggota keluarga dengan tidak menghina, berlaku kasar, maupun mengucilkan. Mendengarkan dan melaksanakan nasihat orang tua. Tidak membantah orang tua dengan kata-kata kasar dan nada bicara yang tinggi. Tidak marah saat membantu nenek/ kakek yang sudah tua untuk beraktivitas. Tidak memaksakan pendapat kepada anggota keluarga. Membantu pekerjaan dan mengurus anggota keluarga yang sedang sakit. Tidak berisik saat jam tidur karena dapat mengganggu keluarga lain saat beristirahat. 2. Sikap Toleransi dalam Sekolah Tidak menghina teman karena warna kulit, agama, berat badan, ras, kebiasaan, dan pendapat yang berbeda dengan kita. Tidak mengucilkan teman yang dianggap berbeda. Berteman baik dan bersikap ramah dengan siapa saja tanpa memandang status sosial. Tidak berisik dan menganggu teman maupun guru saat sedang belajar. Mematuhi aturan dan tata tertib sekolah. Membantu teman saat sedih, kesulitan, maupun tertimpa bencana. Menghibur teman yang sedang sedih dan tidak menyepelekan masalahnya. Menghormati semua orang di sekolah baik guru, satpam, petugas kebersihan, penjaga kantin, maupun penjaga perpustakaan. 3. Sikap Toleransi dalam Masyarakat Tidak menganggu tetangga dengan menyetel lagu keras-keras maupun berbicara dengan terlalu keras. Berlaku baik dan ramah tanpa membedakan ras, suku, agama, budaya, maupun ciri fisik. Menolong tetangga yang kesulitan tanpa mengharapkan imbalan. Tidak berkata kasar dan menghina orang lain yang berbeda dengan kita. Tidak menganggu kegiatan ibadah agama yang berbeda dengan agama diri sendiri. Tidak memaksakan pendapat, merasa paling benar, dan merasa pendapat orang lain yang berbeda adalah salah. Memecahkan masalah dengan cara musyawarah dan kekeluargaan bukannya perselisihan juga peperangan. 4. Sikap Toleransi dalam Lingkungan Tidak membuang sampah sembarang tempat seperti sungai, pinggir jalan, maupun halaman rumah orang lain. Membuang sampah dengan benar terutama sampah yang basah, bau, dan beracun. Tidak mengotori lingkungan dengan limbah dan sampah. Baca juga Prinsip, Fungsi, dan Indikator Toleransi Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Berikutini beberapa perilaku yang tercermin dalam Q.S. Al-Kafirun ayat 1 - 6 : 1. Memiliki keyakinan yang kuat akan kebenaran agama Islam yang dianutnya 2. Tidak mencampuradukkan perkara akidah dan ibadah. 3. Bertauhid kepada Allah swt dan menjauhi perbuatan syirik. 4. Beribadah dengan ikhlas dan benar sesuai tuntunan Rasulullah. 5. - Salah satu penerapan nilai Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia adalah melalui perilaku toleransi. Indonesia memiliki ragam kekayaan budaya dan perbedaan kelas sosial. Untuk bisa damai sejahtera, kita harus saling toleransi, menghargai, dan menghormati perbedaan sosial budaya tersebut. Keragaman dan perbedaan merupakan anugerah Tuhan yang harus disyukuri. Perbedaan sosial dan budaya yang beragam menjadikan masyarakat Indonesia sebagai kelompok yang plural. Dari sisi bahasa, toleransi berasal dari kata Latin "tolerare" yang artinya sabar atau menahan. Berdasarkan hal itu, pengertian toleransi adalah sikap saling menghormati, sabar, saling menghargai individu, ras, kelompok, hingga perbedaan sosial budaya satu sama lain. Sebagai misal, orang Bali memiliki tari tradisional khas yaitu tari Pendet, sedangkan orang Sumatera memiliki tari Piring. Dua jenis tari tradisional itu tidak selayaknya dibandingkan, lalu menyatakan salah satu lebih baik daripada yang lain. Sikap toleransi terhadap keragaman budaya misalnya, dalam contoh tari tradisional di atas akan menjadikan kita lebih bijak dan tidak memandang rendah salah satu budaya daerah, lalu meninggikan budaya daerah lainnya. Contoh Perilaku Toleran terhadap Keberagaman Sosial Budaya Lukman Surya Saputra, Aa Nurdiaman, dan Salikun dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2017 menuliskan sejumlah contoh perilaku toleran yang dapat diterapkan terhadap keberagaman sosial budaya di Indonesia. 1. Mengetahui keanekaragaman budaya yang dimiliki bangsa IndonesiaUntuk bisa toleran terhadap suatu budaya, kita harus mengenal budaya lain. Kemudian, barulah bisa menimbang budaya tersebut berdasarkan konteksnya. Sebagai misal, orang Sunda atau Yogyakarta cenderung lembut dalam berbicara. Sementara itu, orang Batak cenderung keras ketika berkomunikasi. Ketika kelompok-kelompok masyarakat itu tidak saling mengenal budaya komunikasi satu sama lain, bisa jadi orang Sunda akan menganggap orang Batak kasar dan suka marah-marah, padahal gaya berbicaranya memang demikian. Di sisi lain, orang Batak mungkin akan menganggap orang Yogyakarta atau orang Sunda tidak tegas dan tidak percaya diri. Nihilnya pengetahuan mengenai keragaman budaya akan membuat kita berpikir keliru dan cenderung gegabah dalam mengambil kesimpulan. 2. Mempelajari dan menguasai salah satu seni budaya sesuai dengan minat dan kesenangannyaMempelajari secara mendalam suatu budaya tertentu menjadikan seseorang peka dan sangat menghargai pengetahuan mengenai budaya tersebut. Ketika rasa penghargaan itu muncul, tentu kita tidak ingin orang lain merendahkan budaya yang kita senangi. Dengan demikian, kita juga seharusnya tidak merendahkan budaya lain, sebab kita akan turut merasakan betapa tidak nyamannya ketika budaya yang kita senangi dianggap remeh orang lain. 3. Merasa bangga terhadap budaya bangsa sendiriIndonesia merupakan salah satu negara dengan keadaan sosial budaya paling beragam di seluruh dunia. Sebagai misal, Indonesia memiliki 652 bahasa daerah, tidak termasuk dialek dan subdialek, dilansir Kemdikbud. Kekayaan budaya itu sudah cukup membuat kita bangga sebagai orang Indonesia. Belum lagi ragam budaya lain yang tak kalah banyaknya. 4. Menyaring budaya asing yang masuk ke dalam bangsa IndonesiaBudaya asing yang masuk ke Indonesia melalui internet dan media massa memiliki dampak positif dan negatif. Di satu sisi, ada kalanya, budaya asing itu menggerus budaya asli Indonesia. Contohnya, mengenakan busana batik atau kopiah merupakan budaya asli Indonesia, atau juga lagu dangdut adalah musik khas Indonesia, namun sebagian orang menganggapnya sebagai selera kampungan dan sudah ketinggalan juga Contoh Toleransi Antar Umat Beragama dalam Kehidupan Sehari-hari 9 Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya Lain hingga Toleransi - Pendidikan Penulis Abdul HadiEditor Yantina Debora Berikutini soal dan kunci jawaban PAT PPKn SMP Kelas 8 Semester Kurikulum 2013 : I. Pilihlah jawaban yang paling tepat. 1. Salah satu yang menyebabkan negara-negara Eropa melakukan ekspedisi untuk mencari sumber-sumber ekonomi baru ke Indonesia pada abad ke 15 adalah . A. rusaknya ekonomi Eropa akibat peperangan. ManfaatIntegritas. Secara fisik kita akan merasa sehat dan bugar. Secara intelektual otak kita terlatih berpikir secara ilmiah. Secara emosional kita menjadi manusia yang termotivasi, mampu menyesuaikan diri terhadap situasi apa pun. Secara spiritual kita mampu memaknai berbagai pengalaman kita, mampu melihat berbagai fenomena kehidupan dalam Contohdari Diskriminasi dalam Kehidupan Sehari-Hari. Berikut ini beberapa contoh diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari: Para difabel yang tidak diberi fasilitas umum yang layak oleh pemerintah, entah itu kendaraan, trotoar, ataupun tempat duduk di kendaraan umum. Seorang Ibu yang memperlakukan anaknya dengan semena-mena karena anaknya