Program bantuan pemasangan instalasi air bersih merupakan program pemerintah untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat kurang mampu, Seiring dengan makin meningktanya kebutuhan manusia, kebutuhan akan air bersih juga makin meningkat. pendistribusian pemasangan instalasi air bersih diharapkan dapat berdampak langsung kepada rumah tangga yang kurang mampu yang ada di desa pioliyanga, sehingga dapat mengurangi beban pengeluaran mereka. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem pendukung keputusan seleksi penerima bantuan pemasangan instalasi air bersih dengan metode simple additive weighting SAW pada Desa Piloliyanga, untuk mendapatkan hasil yang tepat dana akurat terhadap penerima bantuan. Berdasarkan hasil penelitian, sistem pendukung keputusan yang suadah dibuat dapat membantu pihak pengabil keputusan dalam menentukan siapa yang berhak menerima bantuan pemsangan instalasi air bersih. Dapat diketahui bahwa sistem pendukung keputusan seleksi penerima bantuan pemasangan instalasi air bersih dengan metode simple additive weighting yang dirancang dapat digunakan, ini dibuktikan dengan hasil tes yang dilakukan dengan metode pengujian white box dan basis path yang menghasilkan nilai VG = 5 CC, serta pengujian black box yang menggambarkan kebenaran logika, untuk diasumsikan bahwa flowchart yang akurat dan menghasilkan sistem pendukung keputusan yang tepat dan dapat digunakan To read the full-text of this research, you can request a copy directly from the authors.... Penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh [1] yang menerapkan metode simple additive weighting dalam memberikan bantuan pemasangan instalasi air bersih. Penelitian oleh [2] menerapkan Fuzy -Simple Additive Weighting untuk system penerimaan bantuan rumah. ... Laurentinus LaurentinusDalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat kurang mampu di tengah pandemi covid 19, pemerintah dituntut untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat kurang mampu baik dari segi infrastruktur, prakerja, maupun pendanaan. Namun sayangnya belum adanya distribusi yang baik oleh aparat desa dalam menentukan masyarakat yang paling layak menerima bantuan jika memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah. Penelitian ini mengusulkan decision support system dalam menilai prioritas penerima bantuan menggunakan metode simple additive weighting SAW berdasarkan kriteria seperti Status Perkawinan, Cacat, Yatim Piatu, Gaji, Lansia, Tanggungan. Metode SAW memberikan penilaian yang lebih tepat karena dihitung berdasarkan nilai kriteria dan bobot preferensi yang diperoleh dari wawancara serta observasi di Desa Silip. Metode SAW dapat merekomendasikan alternatif paling berhak menerima bantuan dari sejumlah alternatif yang ada. Hasil dari pengujian penelitian ini menggunakan pengujian user acceptance testing mendapatkan tingkat penerimaan sebesar has not been able to resolve any references for this publication.
HubKami di 081264672915 Jasa Instalasi Sumur Bor Kabanjahe kami selalu berorientasi kepada keselamatan dan kualitas Pembuatan AIR SUMUR BOR anda Jelas memang tampak profit yang diperoleh dari pembuatan sumur bor dengan bantuan jasa professional. Keuntungannya itu yaitu air di sumur bor berpotensi kecil terjadinya pencemaran pada ketika
ArticlePDF AvailableAbstractThis study aimed to look at the relationship between the mastery of the theory of the installation of the module-assisted electric lighting installation with the practice competencies of the XI TITL students in SMK Negeri 1 Pariaman. Learning to install electric lighting IPL is still not optimal because there are still many students asking for the material to be done. Therefore it is necessary to research the relationship of mastery of theory assisted modules with student practice competencies. This type of research uses correlational study methods. Correlational research is research used to see the relationship between one variable with another variable. From the results of normality testing data processing, the significance value of variable x mastery of theory = alpha = and the significance value of variable y practice competency = alpha = so the data is said to be normally distributed. For the linearity test, the significance value of deviation from linearity is obtained = so that the variables x and y are said to be linear. Hypothesis testing obtained the correlation coefficient value of The price of rtable n 20 = with a significant level of 5% so the price of rcount> rtable, meaning that there is a relationship between the mastery of the theory of the installation of electrical aids assisted in modules with the practical competence of students in class XI TITL at SMK Negeri 1 Pariaman. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. JTEV JURNAL TEKNIK ELEKTRO DANVOKASIONAL Volume 6, Number 1 2020 ISSN2302-3309 Received January 27, 2020; Revised January 28, 2020; Accepted January 30, 2020 127 Hubungan Penguasaan Teori Pemasangan Instalasi Penerangan Listrik Berbantuan Modul Dengan Kompetensi Praktik Siswa di SMK Negeri 1 Pariaman Yosi Lolita Sari1, Elfizon2 12Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang yosilolitasari97 elfizon Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan penguasaan teori pemasangan instalasi penerangan listrik berbantuan modul dengan kompetensi praktik siswa kelas XI TITL di SMK Negeri 1 Pariaman. Pembelajaran instalasi penerangan listrik IPL masih belum maksimal karena masih banyak siswa bertanya akan materi yang akan dilakukan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian hubungan penguasaan teori berbantuan modul dengan kompetensi praktik siswa. Jenis penelitian menggunakan metode studi korelasional. Penelitian korelasional adalah penelitian yang digunakan untuk melihat hubungan antara satu variabel dengan variabel lain. Dari hasil pengolahan data pengujian normalitas yang didapatkan nilai signifikansi variabel x penguasaan teori = 0,664 > alpha = 0,05 dan nilai signifikansi variabel y kompetensi praktik = 0,794 > alpha = 0,05, sehingga data dikatakan berdistribusi normal. Untuk uji linearitas, didapat nilai signifikansi deviation from linearity = 0,221 > 0,05, sehingga variabel x dan y dikatakan linear. Pengujian hipotesis didapatkan nilai koefisien korelasinya sebesar 0,767. Harga rtabel n 20 = 0,444 dengan taraf signifikan 5% jadi harga rhitung > rtabel, artinya terdapat hubungan penguasaan teori pemasangan instalasi penerangan listrik berbantuan modul dengan kompetensi praktik siswa kelas XI TITL di SMK Negeri 1 Pariaman. Abstract This study aims to look at the relationship between the mastery of the theory of the installation of the module-assisted electric lighting installation with the practice competencies of the XI TITL students in SMK Negeri 1 Pariaman. Learning to install electric lighting IPL is still not optimal because there are still many students asking for the material to be done. Therefore it is necessary to research the relationship of mastery of theory assisted modules with student practice competencies. This type of research uses correlational study methods. Correlational research is research used to see the relationship between one variable with another variable. From the results of normality testing data processing, the significance value of variable x mastery of theory = alpha = and the significance value of variable y practice competency = alpha = so the data is said to be normally distributed. For the linearity test, the significance value of deviation from linearity is obtained = so that the variables x and y are said to be linear. Hypothesis testing obtained the correlation coefficient value of The price of rtable n 20 = with a significant level of 5% so the price of rcount> rtable, meaning that there is a relationship between the mastery of the theory of the installation of electrical aids assisted in modules with the practical competence of students in class XI TITL at SMK Negeri 1 Pariaman. Keywords relationships, mastery of theory, practice skills JTEV ISSN 2302-3309 128 Hubungan Penguasaan Teori Pemasangan Instalasi Penerangan Listrik Berbantuan Modul Dengan Kompetensi Praktik Siswa Di SMK Negeri 1 Pariaman PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu proses kegiatan yang berjalan secara terus menerus, berurutan, dan terencana. Pendidikan pada dasarnya merupakan proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan dirinya sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi [1]. Pendidikan tetap menjadi prioritas utama demi kemajuan bangsa. Sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai tugas untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Sekolah merupakan tempat bagi peserta didik guna memperoleh ilmu pengetahuan dan berinteraksi dengan masyarakat. Sekolah juga menjadi tempat bagi peserta didik untuk belajar banyak hal agar kelak menjadi orang yang sukses, yang nantinya berguna bagi kehidupan bermasyarakat [2]. SMK merupakan lembaga pedidikan yang program-programnya lebih tertuju pada pembentukan kreativitas, kepekaan, kecermatan, ketekunan, kerapian, dan apresiasi terhadap dunia kerja seirama dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi [3]. SMK Negeri 1 Pariaman memiliki berbagai jurusan, salah satunya adalah Jurusan Teknik Ketenagalistrikan. Pada jurusan ini memikiki dua kompetensi keahlian, yaitu Teknik Instalasi Tenaga Listrik TITL dan Teknik Otomasi Industri TOI. SMK Negeri 1 Pariaman yang merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan SMK bertujuan untuk mewujudkan tamatan yang unggul, kreatif dan kompetitif sesuai dengan kompetensi keahlian serta meghasilkan tamatan yang terampil, mandiri dan memiliki daya saing[4] . Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada semester Juli-Desember 2019 saat proses pembelajaran mata pelajaran instalasi penerangan listrik IPL masih banyak siswa bertanya akan materi yang akan dilakukan karena belum mengenal komponen instalasi penerangan listrik dan fungsinya, sehingga waktu praktik kurang efektif dengan alokasi waktu yang ditentukan karena banyak siswa yang saling bertanya ke sesama teman praktik, dan belum adanya buku teori penunjang pegangan siswa yang akan melaksanakan praktik, maka dari itu pemberian modul diharapkan mampu membantu siswa dalam memahami teori sebelum melakukan praktik sehingga dalam praktik siswa dapat mengerti apa yang harus dikerjakan karena didalam modul terdapat teori, latihan soal sehingga menguji tingkat pemahaman siswa sebelum melakukan praktik [5]. Teori yang diberikan dimaksudkan untuk menambah pemahaman dan pengetahuan tentang materi- materi praktik dalam pelaksanaan pratikum [6] Penguasaan merupakan suatu usaha yang menunjukkan hasil usaha yang akan dicapai seseorang melalui perbuatan belajar yang diperoleh dalam bentuk tingkah laku [7]”. Sedangkan teori adalah suatu himpunan dari konsep, defenisi yang saling berkaitan dan menyatakan suatu pandangan yang sistematis tentang suatu fenomena dengan cara menentukan hubungan antar variabel dengan tujuan menjelaskan fenomena tersebut [8]. Penguasaan teori adalah suatu konsep yang akan dicapai melalui perbuatan belajar yang diperoleh dalam bentuk tingkah laku yang saling berkaitan dan menyatakan suatu pandangan yang sistematis tentang suatu fenomena dengan cara menentukan hubungan antar variabel dengan tujuan menjelaskan fenomena tersebut. Modul merupakan bahan ajar yang dikemas secara utuh dan sistematis, didalamnya memuat seperangkat pengalaman belajar yang terencana dan didesain untuk membantu peserta didik menguasai tujuan belajar yang spesifik [9]. Modul berfungsi sebagai sarana belajar yang bersifat mandiri, sehingga peserta didik dapat belajar secara mandiri sesuai dengan kecepatan masing-masing. Modul adalah suatu unit program belajar mengajar terkecil yang terperinci yang disusun sesuai dengan kerangka pembelajaran yang sistematis[10]. Yosi Lolita Sari, Elfizon 129 JTEV, Open Access Journal Modul adalah salah satu jenis media cetakan yang banyak digunakan. Dalam modul informasi yang disajikan secara terkendali, dalam arti bahwa siswa hanya memiliki akses untuk melihat dan membaca teks yang diinginkan langkah demi langkah[11]. Siswa dapat meneruskan bacaannya apabila ia sudah menguasai bahan pembelajaran yang disajikan, atau siswa diminta mengulang membaca bahan pembelajaran yang serupa sebelum ia disajikan dengan bahan pembelajaran baru[12]. Pemanfaatan media pembelajaran yang kurang optimal memungkinkan berpengaruh terhadap hasil belajar. Dengan demikian proses belajar yang seharusnya lancar dan mencapai hasil belajar yang baik menjadi terhambat [13]. Sehingga diperlukan media pembelajaran modul yang dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran serta dapat menjadi bahan belajar mandiri bagi siswa. Kemandirian siswa dalam menguasai materi masih pada saat guru memberikan soal tentang materi berikutnya, hampir tidak ada yang seperti ini tidak dapat menumbuh kembangkan kemandirian siswa. Mereka hanya menunggu materi dari guru karena tidak mempunyai bahan ajar mandiri yang dibaca sebelum guru menjelaskan materi selanjutnya [14]. Menurut[15] kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang direfleksikan dalam kegiatan berfikir dan bertindak. Kompetensi adalah karakteristik mendasar seseorang yang berhubungan timbal balik dengan suatu kriteria efektif atau kecakapan terbaik seseorang dalam pekerjaan atau keadaan[16] . Sedang Praktik adalah pelaksanaan teori yang telah ada, sehingga dalam hal berkaitan dengan teori adalah sebagai realisasi atau penjabaran dari konsepsi teoritis tersebut [17] . Kompetensi praktik adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang direfleksikan dalam kegiatan berfikir dan bertindak dan karakteristik mendasar seseorang sebagai pelaksaan secara nyata yang disebutkan dalam teori. Hasil belajar merupakan perubahan perubahan tingkah laku [18]. Sedangkan menurut [19] menyatakan bahwa hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, dan keterampilan. Dilakukannya penilaian terhadap hasil belajar siswa agar mengetahui sejauh mana ia telah mencapai sasaran belajar. Sehingga pada penelitian ini dilakukan hubungan antara penguasaan teori dengan kompetensi praktik siswa pada satu kompetensi dasar yang telah ditentukan. Hubungan penguasaan teori berbantuan modul dengan kompetensi praktik adalah keterkaitan antara pemahaman dasar konsep suatu pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar mandiri siswa agar saat melakukan pelaksanaan praktik siswa mampu melakukan praktik sesuai materi yang diberikan [20]. Dengan pemberian bahan ajar mandiri siswa berupa modul diharapkan siswa lebih memahami materi sebelum melakukan praktik sehingga dalam praktik siswa dapat mengerti apa yang harus dikerjakan karena didalam modul terdapat teori, latihan soal sehingga menguji tingkat pemahaman siswa sebelum melakukan praktek. Oleh karena itu, penulis berkeinginan untuk mengetahui penguasaan teori dan kompetensi praktikum instalasi penerangan listrik. Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitan lebih lanjut tentang Hubungan Penguasaan Teori Pemasangan Instalasi Penerangan Listrik Berbantuan Modul dengan Kompetensi Praktik Siswa Kelas XI TITL di SMK Negeri 1 Pariaman. JTEV ISSN 2302-3309 130 Hubungan Penguasaan Teori Pemasangan Instalasi Penerangan Listrik Berbantuan Modul Dengan Kompetensi Praktik Siswa Di SMK Negeri 1 Pariaman METODE Penelitian ini menggunakan studi korelasional. Penelitian korelasi adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih [21]. Subjek penelitian ini ditentukan secara Simple Random Sampling. Subjek penelitian terdiri dari 20 siswa kelas XI TITL. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen penguasaan teori dan instrumen kompetensi praktik. Teknik pengumpulan data pada instrumen penguasaan teori menggunakan skala rikert berupa angket sedangkan instrument kompetensi praktik menggunakan teknik ratting scale[22]. Instrumen penelitian ini menggunakan penelitian yang sudah ada sehingga penelitian ini hanya meneruskan penelitian sebelumnya. Prosedur penelitian terdiri dari 3 tahap yaitu prosedur persiapan, prosedur pelaksanaan, dan prosedur akhir. Dalam prosedur persiapan yaitu untuk mempersipakan bahan ajar, mempersiapkan instrument-instrumen penelitian [23]. Pelaksanaan prosedur yaitu melaksanakan instrumen penguasaan teori dan mempersiapkan segala yang diperlukan untuk praktik, tahap penyelesian yaitu menilai kompetensi siswa berupa praktik dan membuat kesimpulan. Uji prasyarat analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji linearitas dan uji hipotesis. Analisis data menggunakan bantuan software SPSS versi 17 yang kemudian dapat dianalisis dengan interpretasi koefisien korelasi nilai r data berupa Tabel 1. interpretasi koefisien korelasi nilai r HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian adalah hasil data yang diperoleh setelah melakukan penelitian di SMK Negeri 1 Pariaman terdapat 2 instrumen penilaian yaitu instrument skala likert menggunakan angket, dan instrumen ratting scale menggunakan rubrik untuk penilaian kerja praktik. Pada instrumen skala likert angket yang diberikan adalah angket yang sudah divalidasi sebelumnya sehingga pada penelitian ini hanya melakukan penelitian kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang terdiri dari 18 item yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Sedangkan ratting scale yang dilakukan pada penelitian ini diambil dari nilai observasi kemampuan praktik siswa. Setelah dilakukan analisis perhitungan statistik dasar pada penguasaan teori didapatkan distribusi skor jawaban menyebar dari skor terendah 75 dan tertinggi 83. Berdasarkan distribusi skor tersebut didapat rata-rata mean sebesar 78,90, skor tengah median 78,50, skor yang sering muncul mode 78 dan standar deviasi standard deviation 2,360. Pada analisis perhitungan statistik dasar pada kompetensi praktik didapatkan distribusi hasil kompetensi siswa menyebar dari skor terendah 77 dan tertinggi 87. Berdasarkan distribusi skor tersebut didapat rata-rata mean sebesar 82,50, skor tengah median 83,00, skor yang sering muncul mode 85 dan standar deviasi standard deviation 2,646. Data yang diperoleh dari pengusaan teori dan hasil kompetensi siswa kelas XI jurusan Teknik Instalasi Tenega Listrik di SMK Negeri 1 Pariaman Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020 dapat dilihat pada tabel berikut. Yosi Lolita Sari, Elfizon 131 JTEV, Open Access Journal Tabel 2 Hasil Statistik Dasar Variabel X Penguasaan Teori Variabel Y Kompetensi Praktik Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat ditemukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penguasaan teori memasang instalasi penerangan listrik berbantuan modul dengan kompetensi praktik siswa. karena dapat dilihat dari hasil pengolahan data sabelumnya, dari pengujian normalitas yang didapatkan nilai signifikansi variabel X penguasaan teori = 0,664 > alpha = 0,05 dan nilai signifikansi variabel Y kompetensi praktik = 0,794 > alpha = 0,05, sehingga data dikatakan berdistribusi normal. Untuk uji linearitas, didapat nilai signifikansi Deviation from linearity = 0,221 > 0,05, sehingga variabel X dan Y dikatakan linear. Pengujian hipotesis didapatkan nilai koefisien korelasinya sebesar 0,767. Harga rtabel N 20 = 0,444 dengan taraf signifikan 5% jadi harga rhitung > rtabel, maka Ha diterima. Besarnya kontribusi berdasarkan hipotesis penguasaan teori terhadap kompetensi praktik siswa sebesar 58,82% sedangkan 41,18% ditentukan faktor lain. Nilai t hitung > t tabel 7,893 > 1,734 dimana t tabel diperoleh pada α = 5 % dengan dk = n - 2 = 20 – 2 = 18 diperoleh untuk t tabel sebesar 1,734 . Karena t hitung > t Tabel, maka hipotesis diterima. Sedangkan berdasarkan tabel pedoman interprestasi koefesien korelasi maka tingkat hubungan penguasaan teori dengan kompetensi praktik siswa dikategorikan “tinggi”. PENUTUP Setelah melakukan penelitian dan analisis, maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang positif dan berarti signifikan antara penguasaan teori pemasangan instalasi penerangan listrik berbantuan modul dengan kompetensi praktik siswa kelas XI TITL di SMK Negeri 1 Pariaman. Adanya hubungan yang berarti tersebut ditunjukkan oleh r hitung = 0,767 ≥ r tabel = 0,444. Besarnya kontribusi penguasaan teori terhadap kompetensi praktik siswa sebesar 58,82% sedangkan 41,18% ditentukan faktor lain. JTEV ISSN 2302-3309 132 Hubungan Penguasaan Teori Pemasangan Instalasi Penerangan Listrik Berbantuan Modul Dengan Kompetensi Praktik Siswa Di SMK Negeri 1 Pariaman DAFTAR PUSTAKA [1] O. Hamalik, “Pengembangan Sumber Daya Manusia Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu,” in Proses Belajar Mengajar, 2011. [2] Perpres RI, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2006 Tentang Komisi Penanggulangan Aids Nasional, vol. 14, no. 1. 2006, p. 3. [3] R. Indonesia, “Sistem pendidikan nasional,” Jakarta Direktorat Pendidik. Menengah Umum, 2003. [4] N. J. Ramli, “Evaluasi Kinerja Guru SMK Sumatera Barat Pascasertifikasi,” J. Penelit. dan Eval. Pendidik., 2013. [5] O. Candra, Elfizon, Aswardi, Hendri, and Aslimeri, “PENINGKATAN KETERAMPILAN BIDANG PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK RUMAH TANGGA DAN BIDANG SERVICE PERALATAN ELEKTRONIK BAGI PEMUDA PANTI BUDI UTAMA DI LUBUK ALUNG,” JTEV, vol. V, no. 1, pp. 31–36, 2019. [6] A. Aswardi, “The implementation of guided discovery learning method to improve student learning outcomes at electromagnetic control system and operation course,” COUNS-EDU Int. J. Couns. Educ., 2017. [7] H. A. Motivasi, “Hubungan Antara Motivasi , Gaya Pembelajaran Dengan Pencapaian Matematik Tambahan Pelajar Tingkatan 4,” Pendidikan, vol. 31, pp. 123–141, 2006. [8] Riduwan, “Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian,” Alf. Bandung, 2007. [9] A. Sumiati, U. Widyastuti, and T. Sariwulan, “Workshop Pengembangan Bahan Ajar Modul Berdasarkan Pendekatan Scientific Pada Kurikulum 2013 Sebagai Sumber Pembelajaran Guru SMK Di Kabupaten Bekasi,” J. Pemberdaya. Masy. Madani, 2017. [10] H. H. Al Azka, R. D. Setyawati, and I. U. Albab, “Pengembangan Modul Pembelajaran,” Imajiner J. Mat. dan Pendidik. Mat., 2019. [11] Susanti Novia and Elfizon, “Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Prezi di SMK Negeri 1 Tanjung Raya,” vol. 5, no. 2, pp. 28–34, 2019. [12] K. Krismadinata, E. Elfizon, and T. Santika, “Developing Interactive Learning Multimedia on Basic Electrical Measurement Course,” vol. 299, no. Ictvet 2018, pp. 305–308, 2019. [13] Elfizon, M. Muskhir, and O. Candra, “Pengembangan Media Trainer Elektronika dalam Pembelajaran Teknik Elektronika pada Pendidikan Vokasi Teknik Elektro FT UNP,” in Seminar Nasional Vokasi dan Teknologi SEMNASVOKTEK, 2017, pp. 153–160. [14] E. Bustami, O. Candra, and M. Muskhir, “Penerapan Strategi Training Within Industry Sebagai Upaya Meningkatan Motivasi Perkuliahan,” INVOTEK J. Inov. Vokasional dan Teknol., vol. 18, no. 2, pp. 55–64, 2018. [15] E. Mulyasa, Menjadi guru profesional menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan. 2005. [16] M. Muslich, “KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi Dan Kontekstual,” Jakarta PT. Bumi Aksara, 2008. [17] Elfizon, M. Muskhir, and Asnil, “Development of Industrial Electrical Installation Trainer Nuanced to Training within Industry for Students of Electrical Industrial Engineering Universitas Negeri Padang,” J. Phys. Conf. Ser., vol. 1165, no. 1, 2019. [18] N. Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung Sinar Baru Algensindo, 2011. [19] A. Suprijono, “Cooperative Learning Teori dan Aplikasi,” Kumpul. Metod. Yosi Lolita Sari, Elfizon 133 JTEV, Open Access Journal Pembelajaran, 2009. [20] Elfizon, Syamsuarnis, and O. Candra, “THE EFFECT OF STRATEGY OF TRAINING MODELS IN LEARNING ELECTRICAL INSTALLATION,” pp. 9–12, 2017. [21] Sukardi, Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta PT Bumi Aksara., 2011. [22] Sugiyono, “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D,” Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D. pp. 283–393, 2013. [23] H. Uhyat, “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D,” Metod. Penelit. Pendidik. Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D, pp. 283–393, 2013. Biodata Penulis Yosi Lolita Sari, dilahirkan di Tanjungpinang 03 Maret 1997 adalah Mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro UNP tahun masuk 2015. Elfizon, Lahir di Limapuluh Kota. Sarjana Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik UNP, lulus 2009. Tahun 2012 memperoleh gelar Magister Pendidikan Teknik Kejuruan di Pascasarjana FT UNP. Dari 2010 sampai sekarang bertugas sebagai Dosen Tetap pada JurusanTeknik Elektro FT UNP. ... Sekolah Menegah Kejuruan SMK merupakan suatu lembaga pendidikan kejuruan di Indonesia yang mengharapkan tamatannya dapat lansung terjun didunia kerja. Lembaga pendidikan yang setiap programnya lebih mengarah pada pembentukan kreativitas siswanya dan berfokus pada dunia kerja dengan majunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah SMK [4]. Sekolah Menengah Kejuruan bertujuan mendidik siswa-siswi agar memiliki pengetahuan, keterampilan kejuruan yang sesuai dengan program studinya masing-masing. ...Albert Putra Elfizon ElfizonBasic Electrical and Electronics Subjects are basic subjects that must be studied by students. In the implementation of learning, there is a lack of handbook modules for students, so that low student motivation has an impact on student learning outcomes. The availability of adequate teaching materials will certainly increase student motivation and make it easier for students to understand the lesson. For this reason, this study aims to produce a valid and practical learning module in Basic Electricity and Electronics DLE subjects. The research method used is the Research and Development method with the 4D Model. The research subject was the learning module for class X TKL SMK Negeri 1 Bukittingi in semester 1 of the 2020/2021 academic year. Based on the results of the study, the validity of the learning module from 3 validators 1 media expert lecturer, 1 material expert, and 1 subject teacher obtained an average of 90% in the valid category. The practicality test with teacher respondents was and 23 students obtained an average of 75% stating that the DLE learning module was practical. From the research data above, it can be concluded that the learning module in the DLE subject is valid and practical in the teaching and learning process for Basic Electricity and ElectronicsNovia Susanti Elfizon ElfizonThis paper aimed to produce Prezi-based learning media on the material to analyze a series of magnetism that is valid, practical and effective. One multimedia that can be developed is Prezi, which has the advantage of having a virtual canvas. All ideas are contained in one canvas, both text, audio, video and all learning material. This research method is a development study that uses 4-D models, which consist of the stages of define, design, develop and assess. The resulting media are categorized as valid with an average validity level of The practicality of the media by teachers and students has an average value of and with a very practical category in terms of learning activities, ease of use and benefits. As for the results of the effectiveness testing it was concluded that interactive multimedia that was developed was effectively used as one of the learning media with the classical completeness of students So it can be concluded that Prezi-based interactive multimedia for students of class X TITL Vocational School on analyzing the magnetic circuit is declared valid, practical and Haristah Al AzkaRina Dwi SetyawatiIrkham Ulil AlbabPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran dengan pendekatan PMRI pada Materi SPLDV kelas VIII. Metode penelitian yang digunakan adalah 4D Define, Desain, Development, Dissamination. Penelitian ini dilakukan pada siswa–siswa SMP Negeri 1 Wirosari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata penilaian uji validasi materi diperoleh 86,25%sangat baik, rata-rata penilaian uji validasi ahli media pembelajaran diperoleh 86%sangat baikdan rata-rata angket kepraktisan media diperoleh 87,8%. Uji keefektifan dengan posttest. Dari analisis nilai posttest dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan modul pembelajaran dengan pendekatan PMRI pada Materi SPLDV kelas VIII yang dikembangkan valid, praktisdan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran matematika pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel kelas study aims to develop industrial electrical installation trainers be nuanced of training within industry that is valid, practical and effective in the learning of Industrial Electrical Installation Practicum Industrial Electrical Engineering Study Program Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang. This trainer is expected to be able to support the learning process especially to understand the working principle and function of an electrical motor electric installation in the industry. The research method used is R & D Research & Development research and development methods. The product development stage includes 1 potential and problems, 2 data collection, 3 product design, 4 design validation, 5 design revision, 6 limited trial, 7 product revision testing product, 8 usage test, 9 product revision testing stage, 10 final product. The test results obtained were the media trainer for industrial electrical installations categorized as valid as a learning media after validation by the validator, amounting to meaning that the media had fulfilled the validation aspects, namely the content and purpose components, instructional and technical to obtain very valid categories. The practicality level of the media trainer for industrial electrical installations obtained a percentage of with a very practical category. While the effectiveness is obtained at Based on these stages, a valid, practical and effective media trainer for industrial electrical installation has been Ramli Nizwardi JalinusPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi 1 tingkat capaian UU no. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, 2 beban mengajar guru SMK yang telah disertifikasi, dan 3 dampak sertifikasi ter-hadap kinerja guru di mata masyarakat. Metode penelitian yang di-gunakan deskriptif, populasi sebanyak 954 orang guru, sampel di-pilih sebanyak 247 orang dengan teknik random sampling. Data di-kumpulkan dengan angket dan dianalisis menggunakan teknik des-kriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1 secara umum guru SMK telah memenuhi kriteria UU No. 14 Tahun 2005 ten-tang Guru dan Dosen; 2 sebagian besar guru SMK telah mem-peroleh beban mengajar yang sesuai dengan yang ditetapkan peme-rintah yaitu 24 jam tatap muka, dan 3 secara umum dampak serti-fikasi relatif kecil terhadap kinerja guru, namun cukup baik ter-hadap kesejahteraan guru kejuruan. Kata kunci evaluasi, sertifikasi, kinerja guru SMK ______________________________________________________________PERFORMANCE EVALUATION OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL’S CERTIFIED TEACHERS IN WEST SUMATRAAbstract This study was aimed to evaluate the achievement level of 1 Law no. 14 of 2005 on teachers and lecturers, 2 the teaching load of vocational school teachers who have been certified, and 3 the impact of certification on the teachers’ performance. The research used descriptive method. The population comprised 954 teachers, and sample of 247 people were selected with a random sampling technique. Data were collected by questionnaire and analyzed using descriptive techniques. The study found 1 the general vocational teachers had met the criteria of the law no. 14 of 2005 on teachers and lecturers. 2 the majority of teachers had acquired vocational teaching load in accordance with the government's full 24-hour face-to-face, and 3 in general, the impact of certification is relatively little on the performance of certified teachers, but good enough for the welfare of vocational teachers. Keywords evaluation, certification, vocational teacher performance Aswardi AswardiThis research is triggered by the learning process that is still yet to direct the active role of students learning. Based on the result of observation that the teacher is more dominant in the activity of learning than the students due to the students were lack of understanding towards the subject matter resulted in the lack of activeness of students in the classroom. Based on the background study, it is needed to apply a method of learning that is able to enhance students’ activity and improving the score. One of them by applied the guided discovery learning method. The goal of this research is to know the learning outcomes improvement of the students when using guided discovery learning method on operated Electromagnetic Control System and Operation course in SMK Muhammadiyah Padang. The type of this research is quasi-experimental with one group pre-test post-test design. The population of this research was second year student of group one that registered at 2015/2016 academic year which 26 person of students. The instruments of research was objective tests that has been conducted a test of the validity, reliability, the difficulty level and the different index level. The data were analyzed by using gain score test. Based on the result, the students who achieve value of minimum completeness criteria MCC before using the guided discovery learning method was 7,7%. While the students who achieve minimum completeness criteria after using guided discovery learning method was 87,46%. Based on gained score test, the score of the students were increase in Middle Category. So, the implementation of guided discovery learning method can improve student learning outcomes on Electromagnetic Control System and Operation Sumiati Umi WidyastutiTuti SariwulanGuna menciptakan pembelajaran yang bertujuan mencapai kompetensi sesuai profil kemampuan tamatan pada Kurikulum 2013 diperlukan kemampuan guru untuk dapat mengembangkan secara tepat. Dengan pendekatan scientific diharapkan siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi secara utuh, sesuai dengan kecepatan belajarnya serta penyediaan bahan ajar modul yang disusun dan di rancang agar siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Metode kegiatan di lakukan dengan ceramah, panel, diskusi kelompok dan praktek untuk merancang dan menyusun pengembangan bahan ajar modul sebagai sumber pembelajaran dengan pendekatan scientific serta dengan media yang menarik dan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi mahasiswa di dalam perkuliahan. Penerapan strategi pembelajaran Training Within Industry pada perkuliahan pratikum instalasi listrik industri, mengajarkan bagaimana membawa mahasiswa seolah- olah seperti suasana industri. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa D3 Tahun Masuk 2015 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang yang berjumlah 35 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa penilaian unjuk kerja yang dinilai dari tahap persiapan, proses, hasil, waktu dan laporan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar mahasiswa yang di lihat dari pencapaian hasil belajarnya. Dimana penerapan strategi pembelajaran Training Within Industry mampu memotivasi mahasiswa untuk berprestasi dan mempersiapkan diri memasuki dunia aim of the study is to determine the relationship between motivation, learning style and achievement in Additional Mathematics of Form 4 students. The study also aims to identify the different learning styles based on gender, ethnicity and students' prior achievement in Additional Mathematics. A survey was carried out on 350 Form 4 students from four secondary schools in Kuala Terengganu. The instrument used was Studying At School Inventory by SelmesPengembangan Sumber Daya Manusia Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan TerpaduO HamalikO. Hamalik, "Pengembangan Sumber Daya Manusia Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu," in Proses Belajar Mengajar, 2011.AnalisaSistem Penunjang Keputusan Pemilihan Proyek Jaringan Akses Menggunakan Expert Choice Berdasarkan Metode Analytic Hierarchy Process (Studi Kasus : PT ZTE Indonesia) Foto PLN siap pasok listrik ke Blok Rimau yang dikelola Medco E&P. doc PLN. Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM menerbitkan aturan baru mengenai Bantuan Pasang Baru Listrik BPBL. Aturan tersebut adalah Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2022 tentang aturan tersebut, bantuan pasang baru listrik hanya untuk pemasangan baru listrik bagi rumah tangga yang tidak mampu. Pemerintah melalui aturan ini akan membantu pemasangan instalasi tenaga listrik dan biaya pemasangannya, biaya sertifikasi laik operasi, biaya penyambungan baru ke PT Perusahaan Listrik Negara Persero, dan pengisian token listrik Pasal 3 aturan ini disebutkan bahwa, calon penerima bantuan pemasangan baru listrik merupakan rumah tangga yang, belum tercatat sebagai pelanggan PLN dan berdomisili di daerah yang tersedia jaringan tenaga listrik tegangan rendah PLN tanpa dilakukan perluasan jaringan. "Calon Penerima bantuan pemasangan baru listrik itu harus terdaftar dalam DTKS yang ditetapkan oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang sosial, berdomisili di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal; dan/atau berdasarkan validasi kepala desa/lurah atau pejabat yang setingkat layak menerima," ungkap aturan melalui Direktur Jenderal melakukan perencanaan bantuan pemasangan baru listrik disusun berdasarkan hasil pemadanan data pelanggan PLN dan validasi calon Penerima BPBL yang dilakukan oleh PLNAdapun PLN dalam melakukan pemadanan data pelanggan dan validasi calon Penerima BPBL dapat bekerja sama dengan instansi terkait."Pemberian bantuan pemasangan baru listrik secara gratis hanya dilakukan 1 satu kali untuk setiap Penerima," ungkap Pasal 12 aturan ini menyebutkan, bahwa menteri atau pejabat yang diberi wewenang melakukan serah terima BPBL melalui mekanisme hibah kepada setiap Penerima BPBL yang dituangkan dalam berita acara serah terima BPBL dan naskah acara serah terima BPBL dan naskah hibah sebagaimana dimaksud pada ayat 1 ditandatangani oleh Penerima BPBL. Adapun tata cara hibah BPBL sebagaimana dimaksud dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan barang milik negara. Pasal 13 Penerima BPBL harus memelihara dan merawat instalasi tenaga listrik dan tidak memperjualbelikan dan/atau memindah tangankan BPBL kepada pihak lain."Pendanaan kegiatan bantuan pemasangan baru listrik bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral," tandas Pasal 15. [GambasVideo CNBC] Artikel Selanjutnya 6 Perusahaan RI Bakal Ekspor Listrik ke Singapura, PLN Juga? pgr/pgr
Gambar1. Instalasi Panel daya. Pemasangan instalasi dalam panel harus memenuhi persyaratan sesuai dengan Nomor 621 PUIL 2000 tentang ketentuan umum PHB, di antaranya: PHB harus ditata dan dipasang dengan rapi dan teratur, dan di tempatkan di ruang yang cukup leluasa. Pemeliharaan dan pelayanan PHB dapat dilaksanakan dengan mudah , aman, dan
Pendistribusian daya listrik dari JTT ke JTR sampai ke pelanggan ke rumah rumah penduduk ,sampai ke penerangan dan lain lain, itu di sebut instalasi ata dengan arti lain adalah suatu bagian penting yang terdapat dalam sebuah bangunan gedung , yang berfungsi sebagai penunjang kenyamanan penghuninya . PUIL Persyaratan Umum Instalasi Listrik. Dalam suatu perancangan, produk yang dihasilkan adalah gambar dan analisa . Gambar adalah bahasa teknik yang diwujudkan dalam kesepakatan ini dapat berupa gambar sket, gambar perspektif, gambar proyeksi, gambar denah serta gambar situasi. Gambar denah ruangan atau bangunan rumah gedung yang kan dipasang instalasi digambar dengan menggunakan lambang-lambang simbol-simbol yang berlaku untuk instalasi listrik. Ada beberapa jenis gambar yang harus dikerjakan dalam tahap perancangan suatu proyek pemasangan instalasi listrik penerangan dan tenaga yang baku menurut PUIL 2000. Rancangan instalasi listrik terdiri dari Gambar situasi Gambar situasi adalah gambar yang menunjukkan dengan jelas letak bangunan instalasi tersebut akan dipasang dan rencana penyambungannya dengan jaringan listrik PLN. Gambar instalasi meliputi Rancangan tata letak yang menunjukkan dengan jelas tata letak perlengkapan listrik beserta sarana pelayanannya kendalinya, seperti titik lampu, saklar, kotak kontak, motor listrik, panel hubung bagi dan lain-lain. Rancangan hubungan peralatan atau pesawat listrik dengan pengendalinya . Gambar hubungan antara bagian-bagian dari rangkaian akhir, serta pemberian tanda yang jelas mengenai setiap peralatan atau pesawat listrik. Gambar diagram garis tunggal yang tercantum dalam diagram garis tunggal ini meliputi Diagram PHB lengkap dengan keterangan mengenai ukuran dan besaran nominal komponennya. Keterangan mengenai jenis dan besar beban yang terpasang dan pembaginya. c .Ukuran dan besar penghantar yang dipakai. Sistem pembumiannya. Gambar detail Gambar detail meliputi Perkiraan ukuran fisik dari panel. Cara pemasangan alat listrik. Cara pemasangan kabel. Cara kerja instalasi kontrolnya. Selain gambar-gambar diatas, dalam merancang atau menggambar instalasi listrik penerangan dan tenaga, juga dilengkapi dengan analisa data perhitungan teknis mengenai susut tegangan, beban terpasang dan kebutuhan beban maksimum, arus hubung singkat dan daya hubung singkat. Disamping itu masih juga dilengkapi juga dengan daftar kebutuhan bahan instalasi, dan uraian teknis sebagai pelengkap yang meliputi penjelasan tentang cara pemasangan peralatan/bahan, cara pengujian serta rencana waktu pelaksanaan, rencana anggaran biaya dan lama waktu pengerjaan . Bangunan gedung baik untuk rumah tinggal, kantor, sekolahan yang dilengkapi sarana pendukung listrik dalam membangun agar dapat berfungsi dan dihuni dengan baik, nyaman serta memenuhi keselamatan memerlukan perencanaan gambar instalasi listrik yang cermat dengan mengacu pada aturan-aturan yang ditetapkan dalam dunia teknik listrik. Gambar instalasi listrik memegang peranan yang sangat vital dan menentukan dalam suatu perencanaan instalasi, karena hanya dengan bantuan gambar suatu pekerjaan pemasangan instalasi dapat dilaksanakan . Untuk instalasi penerangan yang kecil dengan nilai daya pasang 450 VA, disebut instalasi listrik penerangan 1 phase, 1 group dengan pengaman arus MCB 2 Ampere. Pelayanan tenaga listrik dari tiang jaringan listrik ke pemakai kwh + MCB merupakan tugas dari PLN sedangkan dari panel bagi kotak sekering sampai ke pemasangan titik nyala lampu dan kotak kontak dan satu unit grounding pentanahan merupakan tugas Biro Teknik Listrik BTL. Penempatan Saklar dan Kotak Kontak Penempatan saklar dekat pintu dan mudah dicapai oleh tangan, arah tuas kutub saklar harus sama baik saat di-on-kan maupun di-off-kan, sedangkan pemasangan dan penempatan kotak kontak disesuaikan dengan beban yang akan disambung. Tinggi penempatan saklar dan kotak kontak 150 cm diatas lantai. Penempatan Lampu Penerangan Di dalam menggambar instalasi listrik penerangan, lampu penerangan merupakan bagian yang sangat penting, pemilihan lampu disesuaikan dengan penggunaan ruang, perhitungan iluminasi yang teliti tidak terlalu diperlukan dalam penerangan rumah gedung, namun dengan bantuan tabel sangat membantu dalam menentukan tata letak pemasangan lampu yang tidak menyilaukan. Tabel 1 dibawah ini menunjukkan variasi lumen yang diperlukan per meter persegi m2 dalam suatu ruangan. Tabel 1. Variasi Besarnya Lumen dalam Ruangan Area Lumen/m2 Ruangan keluarga 800 Ruangan makan 450 Dapur 800 Kamar mandi 650 Meja kerja 750 Di dalam merencanakan gambar banyak kita jumpai bahwa suatu instalasi listrik tidak selalu untuk lampu-lampu penerangan atau untuk motor-motor listrik, akan tetapi untuk kedua-duanya, yaitu untuk keperluan penerangan maupun untuk motor-motor listrik tenaga. Sebagai contoh, instalasi listrik di dalam rumah tinggal atau hotel, di dalamnya tidak hanya ada instalasi listrik untuk penerangan saja, tetapi juga terdapat instalasi listrik untuk motor-motor seperti kipas angin, almari es, air conditioner, dan sebagainya. Di dalam bengkel atau pabrik dapat dijumpai bahwa instalasi listrik tidak hanya untuk penerangan atau motor-motor, akan tetapi untuk kedua-duanya. Sebelum menggambar terlebih dahulu mengukur denah gambar sesuai lokasi/situasi dimana rencana bangunan atau gedung akan dipasang instalasi listriknya. Dalam gambar rencana kita buat gambar denah ruangan, gambar pengawatan secara lengkap serta gambar skema beban listrik berikut kelengkapan perhitungan material komponen dan tafsiran harga, bila perlu dilengkapi dengan tenaga dan biaya. Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Penghantar / kabel Kawat penghantar digunakan untuk menghubungkan sumber tegangan dengan penghantar yang baik umumnya terbuat dari instalasi listrik ada berbagai macam jenis kabel yang digunakan sesuai dengan kebutuhan daya dari kegunaannya. Macam – macam kabel tersebut diantaranya Kabel NYA Digunakan dalam instalasi rumah dan system tenaga. Dalam instalasi rumah digunakan kabel NYAdengan ukuran 1,5 mm2 dan 2,5 mm2. Syarat penandaan dari kabel NYA NYA berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC, untuk instalasi luar/kabel udara. Kode warna isolasi ada warna merah, kuning, biru dan tipe ini umum dipergunakan di perumahan karena harganya yang relatif murah. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis sehingga mudah cacat, tidak tahan air NYA adalah tipe kabel udara dan mudah digigit tikus. Agar aman memakai kabel tipe ini, kabel harus dipasang dalam pipa/conduit jenis PVC atau saluran tertutup. Sehingga tidak mudah menjadi sasaran gigitan tikus, dan apabila ada isolasi yang terkelupas tidak tersentuh langsung oleh orang Huruf kode Komponen N Kabel jenis standart dengan penghantar tembaga Y Isolator PVC A Kawat berisolasi Re Penghantar pada bulat Rm Penghantar bulat berkawat banyak Kabel NYM Digunakan untuk kabel instalasi listrik rumah atau gedung dan system tenaga. Kabel NYM memiliki lapisan isolasi PVC biasanya warna putih atau abu-abu, ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik dari kabel NYA harganya lebih mahal dari NYA.Kabel ini dapat dipergunakan dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak boleh ditanam. Huruf kode Komponen N Kabel jenis standart dengan penghantar tembaga Y Isolator PVC M Berselubung PVC Re Penghantar pada bulat Rm Penghantar bulat berkawat banyak ` Kabel NYY Memiliki lapisan isolasi PVC biasanya warna hitam, ada yang berinti 2, 3 atau NYY dieprgunakan untuk instalasi tertanam kabel tanah, dan memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM harganya lebih mahal dari NYM.Kabel NYY memiliki isolasi yang terbuat dari bahan yang tidak disukai tikus. Tanda kabel / warna Merah / Kuning / Hitam = Fasa R, Fasa S, Fasa T Belang hijau kuning = Ground Biru = Netral Macam – macam saklar Saklar merupakan alat untuk menghubungkan dan memutuskan hubungan banyak macam dan jenisnya, misalnya untuk kebutuhan instalasi penerangan, instalasi tenaga dan banyak lagi jenisnya, yang sering kita jumpai pada kehidupan sehari – hari dirumah maupun dimana saja. Ada saklar yang dipasang dalam tembok inbow dan diluar tembok out bow Untuk instalasi penerangan umumnya digunakan saklar untuk menyalakan dan mematikan lampu. Saklar menurut fungsinya dibedakan menjadi Saklar kutub satu Saklar kutub ganda Saklar kutub tiga Saklar kelompok Saklar seri Saklar tukar Saklar silang IB Stop Arde + Engkel NAT 11SN39601 IB Stop Arde + Seri NAT 11SN50601 IB Seri Brco PTH 6SN27402 GRACIO MHGN IB Engkel BRC PTH 4SN19202 IB Engkel BRC MRH 4SN22002 IB Engkel Nat Wide 12SN20002 IB Seri Nat Wide 4SN30802 IB stop Nat Wide 6SN19802 IB Stop Arde Brc Pth 4SN19602 IB Stop Arde Mrh 4SN2702 Macam – macam fitting Fiting langit-langit Bisanya digunakan untuk pemasangan lampu yang menggunakan roset yang menempel pada langit-langiteternity/lainnya. Fiting gantung Pemasangannya biasanya digabungkan pada fiting bigian atas fiting ini terdapat cicin yang dipakai untuk mengikatkan tali penarik hingga kedudukannya menjadi kuat. Stop Kontak Pemasangan biasanya pada tempat-tempat lembab yang kemungkinan terjadipercikan air. Contohnya kamar mandi, kolam dan sebagainya Pipa Didalam instalasi listrik banyak sekali dipakai digunakan sebagai pelindung kabel atau hantaran pipa pemasangan hantaran atau kabel lebih yang digunakan biasanya jenis pipa union atau bisa juga pipa PVC dengan ukuran 5/8 dlm. Stop Kontak Merupakan tempat untuk mendapatkan sumber ini diperoleh dari hantaran fasa dan nol yang dihubungkan dengan kontak-kontak stopkontak. Stop kontak dipasang untuk memudahkan mendapatkan tegangan yang diperlukan bagi peralatan listrik yang dapat dipindahkan. Klem Adalah suatu bahan yang dipakai untuk menahan pipa agar dapat dipasang pada dinding atau ini dibuatdari pelat besi atau plastic dengan ukuran disesuaikan dengan ukuran pemasangan klem satu dengan lainny maksimal 80 cm. Kotak Sambung Pada saat penyambung kabel pada titik percabangan harus menggunakan kotak sambung. Menurut ketentuan peraturan instalasi yang diijinkan tidak boleh dalam pipa terdapat sambungan,karena dikwatirkan kawat putus dalam pipa. Macam-macam kotak sambung Kotak sambung cabang dua Digunakan untuk menyambung lurus. Kotak sambung cabang tiga T-Dos Digunakan untuk percabangan-percabangan, misalnya terdapat pemakaian saklar, stop kontak. Kotak sambung cabang empat Cross Dos Pemakaian sama dengan T-Dos hanya percabangan bukan tiga tapi empat. Rol Isolator Untuk pemasangan kawat hantaran diatas plafon tanpa menggunakan pipa digunakan rol isolator. Jarak antara rol satu dengan yang lain 50 cm dan antar hantaran jaraknya 5 cm. Rol isolator dibuat dari keramik atau plastic dan kekuatannya disesuaikan dengan besar hantaran dan tegangan kerja untuk kepentingan peletakan besar hantaran dan tegangan kerja untuk kepentingan peletakan hantaran pada instalasi penerangan rumah. Kotak Sekring Kotak sekring merupkan alat yang digunakan membatasi besar arus yang mengalir dalam suatu rangkaian sebagai pengaman. Apbiladialiri arus melebihi ketetapa maka sekring akan putus, sehingga tidak ada arus yang mengalir dalam rangkaian. Ada dua tipe sekring yang terdapat dipasaran yaitu sekring patron lebur dan sekring otomat. Keduanya memiliki fungsi yang sama tapi kerja teknis yang berbeda. MCB miniature Circuit Breaker Fungsi MCB adalah untuk pengaman terhadap beban lebih atau hubung terjadi arus beban lebih atau hubung pendek MCB memutuskan sirkit dari sumber. Komponen untuk mengamankan beban lebih adalah bimetal sedangkanuntuk mengamankan arus hubung pendek adalah electromagnet. Bila terjadi hubung singkat atau arus lebih yang besar maka kumparan magnetic R akan memerintahkan kontak jatuh. Tegangan kerja sampai dengan 440 VAC, MCB dipakai sampai 50 A. KWH Meter Digunakan sebagai pengukur energi listrik. Secara praktisnya KWH meter digunakan untuk mengukur daya terpakai daya aktif yang digunakan dalam pemakaian beban listrik dalam jangka waktu tertentu. Daftar istilah dalam instalasi listrik Arus lebih Setiap arus yang melebihi harga nominalnya arus kerja yang mendasari perbuatan peralatan tersebut. Arus gangguan Arus yang disebabkan oleh kerusakan isolasi. Arus gangguan tanah Arus yang mengalir ke tanah Kemampuan hantar arus Arus maksimum yang dapat dialirkan dengan kontinu oleh penghantar pada keadaan tertentu tanpa menimbulkan kenaikan suhu melampaui nilai tertentu. Penghantar nol Penghantar yang dibumikan dengan tugas rangkap, yaitu sebagai penghantar pengaman dan penghantar netral. Syarat-Syarat Instalasi Listrik Di samping Persyaratan Umum Instalasi Listrik dan peraturan mengenai kelistrikan yang berlaku, harus diperhatikan pula syarat-syarat dalam pemasangan instalasi listrik, antara lain a Syarat ekonomis Instalasi listik harus dibuat sedemikian rupa sehingga harga keseluruhan dari instalasi itu mulai dari perencanaan, pemasangan dan pemeliharaannya semurah mungkin, kerugian daya listrik harus sekecil mungkin. b Syarat keamanan Instalasi listrik harus dibuat sedemikian rupa, sehingga kemungkinan timbul kecelakaan sangat kecil. Aman dalam hal ini berarti tidak membahayakan jiwa manusia dan terjaminnya peralatan dan benda benda disekitarnya dari kerusakan akibat dari adanya gangguan seperti gangguan hubung singkat, tegangan lebih, beban lebih dan sebagainya. c Syarat keandalan kelangsungan kerja Kelangsungan pengaliran arus listrik kepada konsumen harus terjamin secara baik. Jadi instalasi listrik harus direncana sedemikian rupa sehingga kemungkinan terputusnya atau terhentinya aliran listrik adalah sangat kecil. Ketentuan yang Terkait Di samping Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini, harus pula diperhatikan ketentuan yang terkait dengan dokumen berikut a Undang undang no. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. b Undang-undang No. 15 tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan. c Undang-undang No. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. d Peraturan Pemerintah RI No. 10 tahun 1989 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik. e Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1995 tentang Usaha Penunjang Tenaga Listrik. f Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No. tentang Instalasi Ketenagalistrikan. g Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No. tentang Standardisasi, Sertifikasi dan Akreditasi dalam Lingkungan pertambangan dan energi Pertanayaan Apa peraturan instalasi listrik menurut PUIL Instalasi listrik yang menggunakan system paralel dan seri , apa keuntungan dan kelemahanya Standart penggunaan kabel yang digunakan untuk instalasi listrik Cara PLN menyalurkan listrik ke setiap rumah Pengaruh terhadah kapasitas dan penggunaan kabelnya Berapa batasan pemakaian listrik setiap banguan Perbandingan daya lampu watt terhadap luas ruangan Berapa kapasitas sebuah kotak kontak Jawaban Pemasangan Instalasi Listrik Harus Sesuai PUIL 2000 KESELAMATAN adalah hal utama, termasuk dalam pemasangan instalasi listrik. Karena itu pemasangan instalasi listrik, seperti tegangan rendah harus memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Adapun untuk pemasangan instalasi listrik tegangan rendah tersebut harus memenuhi SNI 04-0225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik PUIL 2000/Amd 2006 yang telah diberlakukan wajib oleh Pemerintah melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 008 Tahun 2007.“Berdasar ketentuan diberlakukannya SNI 04-0225-2000, peralatan listrik yang dipasang pada instalasi terlebih dahulu harus telah memiliki tanda SNI untuk peralatan listrik yang telah diberlakukan SNI wajib. Disamping itu, untuk menjamin instalasi listrik yang dipasang telah memenuhi kesesuaian standar yang berlaku, dilakukan pemeriksaan dan pengujian yang hasilnya diterbitkannya Sertifikat Lain Operasi kelebihan dan kekurangan rangkaian seri dan paralel pada arus listrik, berikut adalah kelebihan dan kekurangannya Rangkaian Seri Rangkaian listrik disusun secara berderet. Nyala lampu terang. Jika salah satu lampu padam, maka lampu yang lain ikut padam. Boros baterai atau sumber listrik. Rangkaian Paralel Rangkaian listrik disusun secara berjajar. Nyala lampu redup. Jika salah satu lampu padam, maka lampu yang lain tidak ikut padam. Hemat baterai atau sumber listrik. Lebih banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya rangkaian listrik dalam rumah tangga. Berikut tingkatan kabel yang digunakan untuk instalasi listrik Kabel NYA Digunakan dalam instalasi rumah dan system tenaga. Dalam instalasi rumah digunakan kabel NYAdengan ukuran 1,5 mm2 dan 2,5 mm2. Syarat penandaan dari kabel NYA NYA berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC, untuk instalasi luar/kabel udara. Kode warna isolasi ada warna merah, kuning, biru dan tipe ini umum dipergunakan di perumahan karena harganya yang relatif murah. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis sehingga mudah cacat, tidak tahan air NYA adalah tipe kabel udara dan mudah digigit tikus. Agar aman memakai kabel tipe ini, kabel harus dipasang dalam pipa/conduit jenis PVC atau saluran tertutup. Sehingga tidak mudah menjadi sasaran gigitan tikus, dan apabila ada isolasi yang terkelupas tidak tersentuh langsung oleh orang Huruf kode Komponen N Kabel jenis standart dengan penghantar tembaga Y Isolator PVC A Kawat berisolasi Re Penghantar pada bulat Rm Penghantar bulat berkawat banyak Kabel NYM Digunakan untuk kabel instalasi listrik rumah atau gedung dan system tenaga. Kabel NYM memiliki lapisan isolasi PVC biasanya warna putih atau abu-abu, ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik dari kabel NYA harganya lebih mahal dari NYA.Kabel ini dapat dipergunakan dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak boleh ditanam. Huruf kode Komponen N Kabel jenis standart dengan penghantar tembaga Y Isolator PVC M Berselubung PVC Re Penghantar pada bulat Rm Penghantar bulat berkawat banyak ` Kabel NYY Memiliki lapisan isolasi PVC biasanya warna hitam, ada yang berinti 2, 3 atau NYY dieprgunakan untuk instalasi tertanam kabel tanah, dan memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM harganya lebih mahal dari NYM.Kabel NYY memiliki isolasi yang terbuat dari bahan yang tidak disukai tikus. Cara PLN menyalurkan listrik ke setiap rumah di gambarkan sebagai berikut Tentunya apabila kapasitas listrik yang mengalir lebih besar maka kabel yang digunakan akan berbeda dengan kabel yang hanya dapat di lalui dengan arus listrik yang kecil karena setiap jenis kabel akan berbeda kapasitasnya , untuk bangunan rumah sederhana hingga mewah kabel yang digunakan biasanya sama karena listrik yang mengalir rendah Batasan pemakaian listrik sebenarnya tidak ada batasan tertentu tetapi tergantung kebutuhan pemakainya Untuk setiap jenis lampu memiliki kapasitas pencahayaan yang berbeda tergantung jenis lampu yang digunakan Untuk satu buah kotak kontak berkapasitas 100 watt ~~Kami juga mengerjakan instalasi gedung gedung di yogyakarta dansekitarnya~~ Proyek RSUP KLATEN Proyek RSUP KLATEN Proyek RSUP KLATEN Proyek RSUP KLATEN Proyek RSUP KLATEN
Darianalisis situasi diatas dapat dikemukakan pokok masalah, yaitu bagaimana meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang pemasangan dan penggunaan instalasi listrik penerangan yang aman dan benar 2. Tinjuan Pustaka Suatu kecelakaan sering terjadi yang diakibatkan oleh lebih dari satu sebab. Kecelakaan dapat dicegah dengan menghilangkan JAKARTA, - Persoalan yang terkait peralatan kelistrikan tak boleh dianggap sepele, karena jika lalai, risikonya pun tak kecil. Ketua Umum Asosiasi Ahli K3 Konstruksi Indonesia, Lazuardi Nurdin memaparkan, musibah terkait listrik PLN dapat berasal dari berbagai kondisi. Misalnya kebakaran, biasanya bersumber dari korsleting listrik hubungan arus pendek."Karena itu sangat penting untuk memperhatikan ketepatan instalasi listrik dan standar produknya saat membangun rumah," kata Lazuardi dalam keterangannya, Kamis 26/9/2019. "Misalnya jenis standar kabel dan ukuran kabelnya apakah sudah benar, dan cukup besar. Semua itu harus diperiksa secara berkala. Jadi selama semua sudah benar, kecil kemungkinan terjadi musibah," imbuhnya. Baca juga Ini Tarif Listrik Berdasarkan Golongan Sebelum Subsidinya Dicabut Adapun untuk menghindari terjadinya musibah korsleting maupun tersetrum baik di rumah maupun di luar ruang, maka pemasang instalasi listrik, harus dilakukan oleh perusahaan yang berizin resmi untuk memasang instalasi begitu perusahaan tersebut memiliki orang-orang yang kompeten dalam instalasi listrik. "PLN sendiri juga sudah ada aturan yang memasang listrik harus orang yang punya kompetensi, ditunjukkan dengan sertifikat seperti itu Sertifikat Laik Operasi," urai Lazuardi. Untuk mengedukasi masyarakat terkait bahaya listrik di rumah dan sekitarnya, maka edukasi termudah dan paling murah adalah membagi selebaran ke setiap rumah, terkait cara-cara pengamanan listrik dan menjaga keselamatan diri. Baca juga Jonan Jamin Pasokan Listrik di Ibu Kota Baru Bisa Dipenuhi PT Perusahaan Listrik Negara Persero pun menyatakan konsisten dalam mengedukasi masyarakat, agar turut menjaga keselamatan diri dan lingkungan terhadap peralatan kelistrikan maupun peralatan instalasi milik PLN. Menurut Antonius Artono, EVP Health Safety Security Environment PLN, berbagai langkah telah dilakukan pihaknya untuk mengedukasi masyarakat. Tabel5.1 perencanaan harga penawaran. Pada tabel 5.1 dapat dilihat bahwa perhitungan estimasi biaya untuk proyek pembuatan dan pemasangan belt conveyor yang ditawarkan adalah sebesar Rp . Tetapi harga tersebut kemudian ditawar oleh perusahaan, sehingga didapat harga final sebesar Rp 4.500.000.000. 73. 2. 0% found this document useful 0 votes77 views6 pagesCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsPDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes77 views6 Mengelola Pelaksanaan Pembangunan Dan Pemasangan Rangkaian Instalasi Pemafaatan Tenaga ListrikJump to Page You are on page 1of 6 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 5 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. PERENCANAANBEBAN PENDINGINAN DAN PEMASANGAN INSTALASI AIR CONDITIONIG DI RUANG 7. Bapak dan Ibu tersayang, yang senantiasa memberikan doa dan bantuan yang tak terhingga, baik dari segi moral maupun material. 8. Rekan-rekan DIII Teknik Mesin angkatan . 9. Dan semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatuyang telah ACSHARP AH - X 6 VEY 1/2 PK INVERTER R32 AH-X6VEY + PASANG INSTALASI - UNIT ONLY di Tokopedia ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Cicilan 0% ∙ Kurir Instan. HubKami di 081264672915 Pasang Sumur Bor Parapat kami selalu berorientasi kepada keselamatan dan kualitas Pembuatan AIR SUMUR BOR anda Jelas memang terlihat profit yang diperoleh dari pembuatan sumur bor dengan bantuan jasa professional. Keuntungannya itu merupakan air di sumur bor berpotensi kecil terjadinya pencemaran pada ketika banjir .