DALAM kehidupan, tidak jarang kita melakukan kesalahan dan kekhilafan. Namun sadarkah bahwa dosa-dosa yang dilakukan ada beberapa yang dapat menghapus amal-amal kebaikan yang telah kita perbuat. Tentunya hal ini akan sangat merugikan, bahkan dapat menyebabkan kita tergolong pada orang yang bangkrut’ di akhirat kelak. BACA JUGA 3 Cara Taubat dari Dosa Zina Berikut enam perkara yang dapat menghapus amal-amal kebaikan 1. Al istighlal bi’uyubil kholqi sibuk dengan aib orang lain sehingga lupa pada aib sendiri. Pepatah mengatakan “Kuman diseberang lautan tampak, sedangkan gajah dipelupuk mata tidak tampak.” Mengkritik dan membicarakan keburukan orang lain memang mengasyikan, namun dampaknya akan merugikan kita sendiri. Rasulullah Saw bersabda “jauhilah olehmu buruk sangka karena buruk sangka itu perkataan paling dusta, janganlah kamu memata-matai dan mencari-cari kesalahan orang lain…” HR. Mutaffaq’alaih dan Imam Malik 2. Qaswatul qulub hati yang keras kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. Sulit menerima nasihat. 3. Hubb dunya cinta mati terhadap dunia. Merasa hidupnya hanya di dunia saja, sehingga segala aktifitasnya tertuju pada kenikmatan dunia dan lupa akan kehidupan akhirat. 4. Qillatul haya’ sedikit rasa malunya, jika seseorang telah kehilangan rasa malu maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa. Rasulullah SAW telah memberikan keleluasaan dan kebebasan kepada siapa saja yang tidak memiliki rasa malu untuk berbuat sesuka hatinya. 5. Thulul amal panjang angan- angan, merasa hidupnya masih lama di dunia ini sehingga enggan untuk taubat. BACA JUGA Amal Kebaikan Mereka Sia-sia, Kenapa? 6. Dhulmun la yantahi kezhaliman yang tak pernah berhenti perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya jika tidak segera taubat dan berhenti maka sulit untuk meninggalkan kemaksiatan tersebut. Maksiat itu ibarat candu, nikmat namun sesungguhnya kenikmatan itu justru akan mencelakakan pelakunya. Tidak hanya mendapatkan balasan di dunia, pelaku maksiat juga akan mendapatkan azab dari Allah SWT di akhirat kelak. []
Artinya: "Dan apabila dia mengetahui sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan." (QS. Al-Jaatsiyah 9) Fatullah Z menjelaskan lebih dalam mengenai, "6 Perkara yang Merusak Amal" pada kajian Awadah Dakwah Festival 2020 melalui tayangan video berikut ini.Home Tausiyah Selasa, 17 Desember 2019 - 1531 WIB 6 Perkara yang Dapat Menggerogoti Amal-amal Baik A A A Allah 'Azza wa Jalla menciptakan manusia untuk menyembah dan beribadah kepada-Nya. Dia menciptakan mati dan hidup, untuk menguji manusia, siapa yang lebih baik amalnya. Dalam menjalankan syariat-Nya, Allah mengutus Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam SAW sebagai panutan dan teladan umat manusia. Sebuah keniscayaan, setiap insan wajib tunduk kepada Alqur'an dan amalan yang baik akan sampai kepada Allah Ta'ala manakala seorang hamba mengerjakannya sesuai petunjuk Qur'an dan sunnah ittiba'. Kemudian dibarengi dengan sifat ikhlas dengan tujuan hanya mengharap ridha ada beberapa perkara yang dapat menggerogoti amalan-amalan baik. Pimpinan Ponpes As-Shidqu Kuningan, Jawa Barat, Al-Habib Quraisy Baharun menjelaskan ada 6 perkara yang harus dijauhi demi menjaga kemurnian amalan. Enam perkara tersebut antara lain1. الإشتغال بعيوب الخلقAl Istighlal bi'uyubil kholqi. Artinya sibuk dengan aib orang lain, sehingga lupa pada aib sendiri. Semut di seberang kelihatan sedang gajah dipelupuk mata tidak قسوة القلوبQaswatul hati yang keras. Kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. Sulit menerima حب الدنياHubbud-dunya. Artinya cinta dunia. Merasa hidupnya hanya di dunia saja. Segala aktifitasnya tertuju pada kenikmatan dunia sehingga lupa akan hari esok di قلة الحياءQillatul haya'.Artinya sedikit rasa malunya. Apabila seseorang telah kehilangan rasa malu maka akan melakukan apa saja tanpa takut طول الاملThulul panjang angan-angan. Merasa hidupnya masih lama di dunia ini sehingga enggan untuk ظلم لا ينتهيDzhulmun la kezhaliman yang tak pernah berhenti. Perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya jika tidak segera taubat dan berhenti maka sulit untuk meninggalkan kemaksiatan kita semua dijauhkan dari enam perkara ini sehingga tetap istiqamah dalam ketakwaan. Allahu A'lam Bisshowabrhs habib quraisy baharun amal salehamalannasihat islamipenyucian hati
loading...Pahala amal perbuatan ternyata bisa hilang atau rusak karena perilaku-perilaku yang tanpa atau dengan sadar kita lakukan sendiri. Foto ilustrasi/ist Pahala amal perbuatan seorang hamba ternyata bisa hilang atau rusak, bahkan bisa dinilai dosa oleh Allah subhanahu wata’ala karena perilaku-perilaku tertentu. Apa saja perilaku yang merusak pahala amal tersebut? Mengutip ceramah Ustadz Nofriyanto, yang juga dosen Prodi Aqidah dan Filsafat Islam UNIDA GONTOR, ia menjelaskan ada beberapa perilaku seseorang yang justru merusak pahala amal perbuatan yang dilakukannya sendiri. Hal tersebut didasarkan beberapa hadis yang disampaikan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Berikut perilaku-perilaku yang dapat merusak pahala amal ini, yakni1. Sibuk dengan aib orang lainNabi shallallahu alaihi wa sallam bersabdaطُوبَى لِمَنْ شَغَلَهُ عَيْبُهُ، عَن عُيُوبِ النَّاسِ“Sungguh beruntung seseorang yang disibukkan dengan aib dirinya daripada mengurusi aib orang lain.” HR. Al-Bazzar no. 6237 Baca Juga Tentu, pesan tersirat dari hadis tersebut kebalikannya sungguh celaka dan sungguh merugi seseorang yang senantiasa menyibukkan dirinya dengan mengurusi aib orang demikian? Sebab, ketika seseorang menyibukkan diri dengan aib orang lain, ia akan senang mencari-cari kesalahan, mencari-cari waktu kapan orang yang ia tidak sukai berbuat salah agar ia bisa menghina, merendahkan, bahkan mem-bully-nya. Tidak hanya sampai di situ saja, bahkan ia tidak akan sungkan-sungkan untuk menggibah atau saja orang seperti ini mau merenung sejenak, seharusnya ia sadar bahwa ia telah menghabiskan energi tanpa mendapatkan keuntungan sama sekali dan merusak pahala amal ibadahnya dengan dosa yang ia tak heran jika orang yang disibukkan dengan dosa yang satu ini, ia mudah tergelincir ke dalam lubang-lubang dosa yang akan menguras habis pundi-pundi pahala kebaikan yang telah ia yang tidak kalah penting dari amal kebaikan ialah berusaha menjaga kemurniannya agar ia diterima oleh Allah subhanahu wata’ala dan senantiasa merasa mawas diri, harap-harap cemas, takut kalau ia hilang dan rusak dengan hal-hal semacam ini. Yang tidak bermanfaat bagi dunia dan Hati yang kerasHal yang banyak merusak amal perbuatan lainnya ialah hati yang keras. Keras yang bagaimana? Tidak lain ialah hati yang penuh dengan noda-noda dan penyakit akut mengenaskan dan mengkhawatirkan. Hati yang dipenuhi dengan kebencian, iri hati, dengki, dan hati yang mudah menerima nasihat. Bukan hati yang bergejolak, takut, khawatir, bergetar, saat nama dan tanda kebesaran Allah disebutkan. Hati seperti ini menjadi sebab utama orang lari dari hati yang lembut akan mudah terketuk dengan suara-suara dan seruan-seruan kebajikan. Akan mudah menerima nasihat dan masukan. Di antara hal-hal yang diajarkan oleh ulama agar meraih hati yang lembut, bersih, dan suci antara lain membaca al-Quran dan shalat berkumpul dan bergaul dengan orang-orang memperbanyak memperbanyak berzikir mengingat dan menyebut-nyebut nama Allah subhanahu wata’ Cinta duniaMenurut Ustadz Nofriyanto, sudah selayaknya seorang muslim menjadikan dunia hanya sebagai wasilah bagi kesuksesan akhiratnya. Bukan sebaliknya, menjadikan dunia satu-satunya tujuan hidup. Orang yang orientasi hidupnya dunia, dunia dan dunia saja, akan mudah terjatuh ke dalam sikap terlalu mencintai dunia dengan berlebihan melebihi batas itu, ia akan lebih mudah melalaikan kehidupan akhiratnya dan kewajiban-kewajiban agamanya. Terdapat beberapa nasihat dari baginda Nabi kepada kita, umatnya, agar tidak terjerumus kepada perbuatan berlebihan mencintai مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ
Tidakada tuhan selain Dia, tidak ada satupun yang serupa dan sama dengan Nya. Keyakinan ini seperti yang ditegaskan dalam surat Al Ikhlas : 1- Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, 2- Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. 3- Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, 4- dan tidak ada seorang pun yang setara
Kita semua tahu bahwa amal adalah salah satu hal yang paling penting dalam agama Islam. Amal merupakan tindakan nyata yang harus dilakukan oleh setiap muslim untuk menunjukkan keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Namun, tidak semua amal yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah. Ada beberapa perkara yang dapat merusak amal yang kita lakukan. Oleh karena itu, dalam artikel ini kita akan membahas hadits tentang 6 perkara yang merusak amal, agar kita dapat menghindari hal-hal tersebut dan memperbaiki amal Perkara yang Merusak Amal Pertama Riya’Riya’ adalah salah satu perkara yang paling merusak amal. Riya’ terjadi ketika seseorang melakukan amal hanya untuk mendapatkan pujian atau pengakuan dari orang lain, bukan untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda“Sesungguhnya amal-amal kalian tergantung pada niat kalian, dan sesungguhnya setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya karena apa yang dikehendaki olehnya.”Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW menekankan bahwa niat adalah kunci dari setiap amal yang kita lakukan. Jika niat kita murni karena Allah SWT, maka amal kita akan diterima oleh-Nya. Namun, jika niat kita bercampur dengan tujuan lain seperti riya’, maka amal kita tidak akan diterima oleh Allah menghindari riya’, kita harus selalu mengingatkan diri kita sendiri bahwa amal kita hanya untuk Allah SWT. Kita harus berusaha untuk tidak memikirkan pujian atau pengakuan dari orang lain ketika melakukan amal. Sebagai gantinya, kita harus berdoa kepada Allah SWT agar amal kita diterima Perkara yang Merusak Amal Kedua Sum’ahSum’ah atau mencari popularitas juga merupakan salah satu perkara yang dapat merusak amal kita. Sum’ah terjadi ketika seseorang melakukan amal hanya untuk mendapatkan popularitas atau keuntungan di dunia, bukan untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda“Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi manusia lainnya.”Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW menekankan bahwa tujuan akhir dari setiap amal yang kita lakukan haruslah untuk bermanfaat bagi orang lain. Jika tujuan kita hanya untuk mencari popularitas atau keuntungan di dunia, maka amal kita tidak akan diterima oleh Allah menghindari sum’ah, kita harus selalu mengingatkan diri kita sendiri bahwa tujuan akhir dari setiap amal yang kita lakukan haruslah untuk bermanfaat bagi orang lain. Kita harus berusaha untuk tidak memikirkan popularitas atau keuntungan pribadi ketika melakukan amal. Sebagai gantinya, kita harus berdoa kepada Allah SWT agar amal kita diterima Perkara yang Merusak Amal Ketiga TakabburTakabbur atau kesombongan juga merupakan salah satu perkara yang dapat merusak amal kita. Takabbur terjadi ketika seseorang merasa lebih unggul atau lebih baik dari orang lain, sehingga mereka meremehkan orang lain. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sesuatu kadar takabbur walau hanya separuh biji sawi.”Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW menekankan bahwa takabbur adalah salah satu hal yang dapat menghalangi seseorang dari masuk surga. Jika kita merasa lebih unggul atau lebih baik dari orang lain, maka amal kita tidak akan diterima oleh Allah menghindari takabbur, kita harus selalu mengingatkan diri kita sendiri bahwa semua manusia adalah sama di hadapan Allah SWT. Kita tidak boleh meremehkan orang lain atau merasa lebih unggul daripada mereka. Sebagai gantinya, kita harus berusaha untuk saling menghormati dan membantu satu sama Perkara yang Merusak Amal Keempat HasadHasad atau iri hati juga merupakan salah satu perkara yang dapat merusak amal kita. Hasad terjadi ketika seseorang iri dengan kesuksesan atau kebahagiaan orang lain, sehingga mereka merasa tidak puas dengan apa yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada mereka. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda“Iri hati itu memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW menekankan bahwa hasad dapat merusak amal kita seperti api yang memakan kayu bakar. Jika kita iri hati dengan kesuksesan atau kebahagiaan orang lain, maka amal kita tidak akan diterima oleh Allah menghindari hasad, kita harus selalu mengingatkan diri kita sendiri bahwa setiap orang memiliki takdir yang berbeda-beda dari Allah SWT. Kita tidak boleh iri hati dengan kesuksesan atau kebahagiaan orang lain, melainkan harus bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita. Sebagai gantinya, kita harus berusaha untuk saling mendukung dan mendoakan satu sama Perkara yang Merusak Amal Kelima DendamDendam juga merupakan salah satu perkara yang dapat merusak amal kita. Dendam terjadi ketika seseorang tidak bisa memaafkan kesalahan atau kekurangan orang lain, sehingga mereka merasa kesal atau marah terus-menerus. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda“Barangsiapa yang ingin dihilangkan Allah darinya keburukan hatinya, hendaklah ia memaafkan orang lain.”Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW menekankan bahwa memaafkan orang lain adalah salah satu cara untuk membersihkan hati dari keburukan. Jika kita tidak bisa memaafkan kesalahan atau kekurangan orang lain, maka amal kita tidak akan diterima oleh Allah menghindari dendam, kita harus selalu mengingatkan diri kita sendiri bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kesalahan. Kita harus belajar untuk memaafkan orang lain dan tidak merasa kesal atau marah terus-menerus. Sebagai gantinya, kita harus berusaha untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan dengan orang Perkara yang Merusak Amal Keenam MaksiatMaksiat atau dosa juga merupakan salah satu perkara yang dapat merusak amal kita. Maksiat terjadi ketika seseorang melakukan tindakan yang dilarang oleh Allah SWT, seperti berbohong, mencuri, atau melakukan zina. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda“Tidak ada keimanan bagi orang yang tidak dapat dipercaya, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak memenuhi janji.”Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW menekankan pentingnya kepercayaan dan kejujuran dalam Islam. Jika kita melakukan dosa atau maksiat, maka kepercayaan dan kejujuran kita akan dipertanyakan oleh orang menghindari maksiat, kita harus selalu mengingatkan diri kita sendiri bahwa setiap dosa atau maksiat akan berdampak buruk bagi diri kita sendiri dan orang lain. Kita harus berusaha untuk menghindari tindakan-tindakan yang dilarang oleh Allah SWT dan selalu berdoa kepada-Nya agar kita terhindar dari godaan yang mengarah kepada merupakan hal yang sangat penting dalam agama Islam. Namun, tidak semua amal yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah SWT. Ada beberapa perkara yang dapat merusak amal kita, seperti riya’, sum’ah, takabbur, hasad, dendam, dan maksiat. Oleh karena itu, sebagai muslim yang baik, kita harus selalu berusaha untuk menghindari hal-hal tersebut dan memperbaiki amal kita agar diterima oleh Allah yang Merusak AmalCara MenghindarinyaRiya’Selalu mengingatkan diri sendiri bahwa amal kita hanya untuk Allah SWT dan berdoa kepada-Nya agar amal kita mengingatkan diri sendiri bahwa tujuan akhir dari setiap amal yang kita lakukan haruslah untuk bermanfaat bagi orang lain dan berdoa kepada Allah SWT agar amal kita mengingatkan diri sendiri bahwa semua manusia sama di hadapan Allah SWT dan berusaha untuk saling menghormati dan membantu satu sama mengingatkan diri sendiri bahwa setiap orang memiliki takdir yang berbeda-beda dari Allah SWT dan berusaha untuk saling mendukung dan mendoakan satu sama untuk memaafkan orang lain dan tidak merasa kesal atau marah terus-menerus serta berusaha untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan dengan orang amalan baik dan menghindari tindakan-tindakan yang dilarang oleh Allah SWT dan selalu berdoa kepada-Nya agar kita terhindar dari godaan yang mengarah kepada video of Hadits Tentang 6 Perkara yang Merusak Amal
Setiapmanusia yang memasuki alam kubur akan ditanya oleh Malaikat tentang enam perkara. Kehidupan di alam kubur cukup panjang, banyak ujian di dalamnya. Apabila seseorang selamat di alam kubur maka setelahnya akan lebih mudah bagi dia. Nabi shollallohu 'alaihi wasallam mengingatkan manusia tentang fitnah kubur. - Bulan Ramadhan merupakan bulan yang suci dan penuh berkah. Karena itu, banyak umat Muslim yang berlomba-lomba mendapat pahala mulai dari berpuasa, beribadah, hingga mengaji. Namun ternyata ada lima hal yang dapat merusak amal puasa. Apa saja? Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari Dalam Islam. 1. Beramal Tanpa IlmuBeramal tanpa ilmu disebut dapat merusak amal selama Ramadhan. Hal itu diungkap oleh Ibnul Qayyim rahimahullah “Orang yang beramal tanpa ilmu bagai orang yang berjalan tanpa ada penuntun. Sudah dimaklumi bahwa orang yang rusak karena berjalan tanpa penuntun tadi akan mendapatkan kesulitan dan sulit bisa selamat. Taruhlah ia bisa selamat, namun itu jarang. Menurut orang yang berakal, ia tetap saja tidak dipuji bahkan dapat celaan.” Baca Juga Akhirnya Desta Ngaku Tak Salat dan Puasa Hingga Sering Diingatkan Anak, Penyebab Perceraian Diungkit Lagi 2. PelitOrang yang pelit dikatakan dapat merusak amal baiknya selama berpuasa. Mengenai hal tersebut juga telah diungkap oleh Nabi SAW “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari diwaktu manusia pada tidur.” HR. Tirmidzi, no. 1984. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan 3. Tidak SalatOrang yang sengaja meninggalkan salat saat berpuasa disebut dapat merusak amal baiknya saat Ramadhan. Berikut penjelasan dari sebuah riwayat Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, “Apa hukum orang yang berpuasa namun meninggalkan salat?” Beliau rahimahullah menjawab, “Puasa yang dilakukan oleh orang yang meninggalkan salat tidaklah diterima karena orang yang meninggalkan salat berarti kafir dan murtad“. Dalil mengatakan bahwa meninggalkan salat termasuk bentuk kekafiran adalah firman Allah Ta’ala. Baca Juga Kapan Puasa Arafah 2023? Ini Jadwal Berpuasa Sebelum Idul Adha 4. GhibahOrang yang berpuasa tapi ikut berghibah, akan mengurangi amal baiknya di bulan Ramadhan. Hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu mengatakan, Nabi SAW bersabda “’Tahukah kalian apa itu ghibah?’ Lalu sahabat berkata Allah dan rasulNya yang lebih tahu’. Rasulullah bersabda Engkau menyebut saudaramu tentang apa yang dia benci’. Beliau ditanya Bagaimana pendapatmu jika apa yang aku katakan benar tentang saudaraku?’ Rasulullah bersabda jika engkau menyebutkan tentang kebenaran saudaramu maka sungguh engkau telah ghibah tentang saudaramu dan jika yang engkau katakan yang sebaliknya maka engkau telah menyebutkan kedustaan tentang saudaramu.’” HR. Muslim no. 2589 5. MasturbasiMasturbasi adalah bagian dari syahwat, di mana saat berpuasa Ramadhan, diharuskan untuk tetap menahan. Lalu, bagaimana dengan masturbasi secara sengaja? Menurut Nabi SAW, Allah SWT berfirman “Orang yang berpuasa itu meninggalkan syahwat, makan dan minumnya.” HR. Bukhari no. 7492. .